Sanksi kemungkinan akan dijatuhkan pada individu atau entitas terkait dengan program rudal Iran

Ilustrasi

Pemerintah AS dilaporkan sedang mempersiapkan sanksi tambahan untuk Iran. Jika terjadi, langkah ini akan jadi bukti sikap keras Presiden Donald Trump.

Beberapa jam sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional AS memberikan peringatan atas uji coba peluru kendali dan dukungan Iran terhadap pemberontak Syi'ah Yaman.

Sumber di Gedung Putih Jum'at (3/2) mengatakan, ada sanksi yang sedang dipersiapkan untuk negara tersebut.

Sanksi kemungkinan akan dijatuhkan pada individu atau entitas terkait dengan program rudal Iran.

Langkah ini merupakan replikasi kebijakan era Presiden Barack Obama. Namun Obama lebih mengincar perusahaan-perusahaan dan komando Garda Revolusi Iran.

Karena sanksi ekonomi dinilai berisiko dalam perjanjian nuklir Iran. Sementara Iran patuh pada kesepakatan sebagai ganti keringanan sanksi ekonomi.

Trump beberapa kali melontarkan pernyataan menentang soal kesepakatan itu. Belakangan, Trump menunjukkan sikap keras, mengatakan pihaknya bisa saja membuka aksi militer.

Iran mengkritik peringatan Trump dan menyebutnya tidak berdasar, serta provokatif.

AS juga memperingatkan Dewan Keamanan PBB soal uji coba rudal jarak menengah yang dilakukan Iran, akhir pekan lalu.

Gedung Putih meyakini hal itu melanggar resolusi PBB mengenai pelarangan penggunaan maupun pengangkut nuklir.

Merujuk pada uji coba, seorang pejabat senior pemerintahan menyatakan rudal balistik didesain menghantarkan hulu ledak seberat 500 kilogram dengan jarak 300 kilometer, sehingga "jelas bisa membawa nuklir".

Teheran kini sedang berupaya mengembangkan pesawat luar angkasa.

Menurut pejabat senior AS, pesawat itu juga bisa digunakan sebagai rudal balistik antarbenua jika dikonfigurasi. (CNN Indonesia/Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.