Program anti ekstrimis AS dikabarkan diubah dengan sasaran "Muslim adikal" saja

Presiden AS Donald Trump (Reuters)

Kantor berita Reuters mengabarkan, Trump ingin mengubah isi dan program pemerintah AS mengenai perlawanan terhadap ideologi keras agar berfokus pada "ektrimis Muslim".

Hal ini didapat dari 5 orang sumber yang telah diberi pengarahan mengenai rencana perubahan.

Program, "Perlawanan Kekerasan Ekstremisme" (Countering Violent Extremism/ CVE), akan berubah menjadi "Perlawanan Islam Ekstrimis" atau "Perlawanan pada Radikal Islam Ekstremisme", ujar sumber.

Program tidak lagi menargetkan kelompok-kelompok lain seperti "supremasi kulit putih" yang juga kerap melakukan pemboman dan penembakan di AS.

Program CVE bertujuan untuk mencegah kelompok atau individu yang berpotensi melalukan penyerangan.

Program dilakukan melalui kemitraan masyarakat dan program pendidikan, juga kampanye melalui kerjasama dengan perusahaan internet seperti Google dan Facebook.

Sehingga berfokus pada warga AS secara online, di luar berbagai tindakan militer.

Beberapa pendukung program khawatir, perubahan itu dapat mempersulit pemerintah bekerja sama dengan Muslim yang terlanjur ragu. Terdapat pro dan kontra mengenai perubahan Trump.

Beberapa Republikan di Kongres menyatakan, penggunaan istilah "radikal Islam" terhadap serangan kekerasan akan membantu upaya pencegahan.

Tapi kubu lain menilai, penggunaan "Islam radikal" akan mengasingkan lebih dari tiga juta Muslim AS.

"Itu berkaitan dengan kami (Muslim) karena mereka akan menargetkan berdasar iman dan menaruh kecurigaan", kata Hoda Hawa, direktur kebijakan di Dewan Urusan Publik Muslim.

Departemen Keamanan Nasional menolak berkomentar, sedangkan Gedung Putih belum memberikan respon atas permintaan tanggapan isu itu. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.