Pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan memasukan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) dan Garda Revolusi Iran (IRGC)

Presiden AS, Donald Trump
Pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan memasukan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) dan Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam daftar organisasi teroris.

Menurut para pengamat, penunjukan Ikhwanul Muslimin justru membawa resiko lebih besar dibanding IRGC.

Sumber pemerintahan mengatakan, sifat IM cenderung memiliki kesamaan di berbagai negara, yaitu menyasar ideologi, dasar negara, afiliasi ulama dan mendukung "kekerasan".

Kantor berita Times menyebutkan, "usul memasukan IRGC memiliki dukungan kuat di dalam Gedung Putih".

Sedangkan usulan status Ikhwanul Muslimin cenderung melemah, karena adanya keberatan dari pejabat Departemen Luar Negeri dan Dewan Keamanan Nasional.

Meski beberapa penasihat presiden termasuk Michael Flynn, Stephen Bannon dan Sebastian Gorka lebih memilih penetapan IM.

Hassan, bagian Kebijakan Timur Tengah di Tahrir Institute, berpendapat, memasukan Ikhwanul Muslimin dalam daftar teroris "bukan ide yang baik", tetapi ideologi organisasi dinilai mengarah pada ekstremisme dan kekerasan.

Ia menyebut, IM telah membawa cara bom manusia dan mempengaruhi kelompok jihadis.

Sedangkan Perry Cammack, dari Program Timur Tengah di Carnegie Endowment for International Peace, lebih mendukung dimasukkannya IRGC sebagai teroris.

"Kita memiliki daftar sanksi terhadap Iran selama beberapa dekade, IRGC menjadi lebih berani dan mengakar di kawasan", kata Cammack.

Baik Hassan maupun Cammack menilai, manfaat lebih besar bisa didapatkan dengan mengisolasi cabang Ikhwanul dan tiap sayapnya secara khusus berdasar kasusnya.

Sebelumnya, dalam perbincangan telepon Trump dengan Raja Salman, organisasi IM sempat jadi tema pembicaraan. (Arabnews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.