Harga minyak naik setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap beberapa individu dan entitas Iran terkait uji coba rudal balistik

Kilang minyak al-Sheiba di Basra, Irak
Harga minyak naik pada Jum'at setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap beberapa individu dan entitas Iran terkait uji coba rudal balistik.

Proyek perkerjaan AS sejak Januari juga mendukung kenaikan, karena meningkatkan permintaan energi.

Awal bulan ini, minyak dari West Texas Intermediate AS ditutup naik 29 sen, atau 0,5 persen, ke $ 53,83.

Minyak mentah Brent ditutup 25 sen lebih tinggi pada $ 56,81 per barel, memberikan kenaikan 2 persen pekan ini.

Volume minyak mentah berjangka AS relatif rendah, dengan sekitar 440.000 kontrak perpindahan tangan dari rata-rata 528.000 kontrak sehari.

"Saya berpikir (sanksi) Iran mendukung pasar, tapi saya kira kemungkinan lebih besar akibat pekerjaan yang naik dan meningkatkan permintaan dalam waktu dekat", kata Carl Larry, direktur Frost & Sullivan.

Pertumbuhan pekerjaan AS memang melonjak lebih dari yang diharapkan di bulan Januari. Dimana perusahaan konstruksi dan pengecer menaikkan perekrutan.

Terkait Iran, Departemen Keuangan AS memberi sanksi pada 13 individu dan 12 entitas agar tidak dapat mengakses sistem keuangan atau membuat kesepakatan dengan perusahaan AS.

Ini menjadi langkah serius pertama dari pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.