Salhi dibunuh dengan sadis, tepat di depan ibunya

Ilustrasi (AlJazeera)

Tentara Israel menembak mati seorang warga Palestina dalam serbuan militer di kamp pengungsi Faara, Tepi Barat, Selasa (10/1).

Menurut sumber militer Israel, korban bernama Mohammad Salhi (32) tersebut mencoba untuk melawan tentara menggunakan pisau.

Namun, Menteri Luar Negeri Palestina mengatakan, Salhi dibunuh dengan sadis, tepat di depan ibunya.

Versi Israel juga disangkal oleh penduduk lokal bernama Yasser Abu Kishk.

Menurut Kishk, tentara masuk ke rumah Salhi dalam upaya mencapai rumah di sebelahnya.

"Salhi terbangun dan ia terkejut menemukan dirinya bertatap muka dengan para prajurit", katanya kepada stasiun radio resmi Voice of Palestine.

"Salhi tidak tahu apa yang sedang terjadi, sehingga ia menghadapi tentara (dengan maksud) melindungi ibu dan keluarganya hingga dia ditembak", tambahnya.

Salhi dibawa ke rumah sakit terdekat di kota Tubas beberapa jam kemudian, setelah pasukan Israel pergi dan menangkap tiga warga Palestina.

Menurut petugas medis, terdapat 5 peluru di leher dan dadanya. Salhi langsung dinyatakan meninggal saat tiba di RS.

Almarhum juga merupakan mantan tahanan di penjara Israel.

Kelompok HAM mengutuk serangan Israel di Tepi Barat karena adanya kebijakan "tembak mati" oleh pasukan keamanan Israel jika dituding "membayakan".

Kebijakan ini juga dikritik karena korban sebetulnya bisa dinetralkan tanpa perlu dibunuh.

Setidaknya, 232 warga Palestina tewas dalam kekerasan di Israel, Tepi Barat dan Jalur Gaza akhir tahun 2015.

Israel mengatakan, 158 diantaranya adalah "penyerang", sementara yang lain tewas dalam bentrokan dan aksi protes. (Al-Jazeera/Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.