Hubungan Rusia dan Turki makin menghangat dengan resminya operasi serangan udara untuk menyasar ISIS

ilustrasi (CNN/Reuters)
Rusia dan Turki bekerja sama melakukan operasi serangan udara gabungan menyasar militan ISIS.

Sebelumnya, kedua negara ini saling bertolak belakang dalam perang Suriah.

Serangan gabungan berlangsung di kota Al-Bab, Provinsi Aleppo.

"Sekitar sembilan pesawat tempur Rusia dan delapan pesawat tempur Turki menyerang dan menghancurkan setidaknya 36 target", ungkap seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Rusia, Letnan Jenderal Sergei Rudskoi pada Rabu (25/1).

Menurut Rudskoi, ini pertama kalinya Ankara dan Moskow bekerja sama secara militer, menandakan "menghangatnya" hubungan kedua negara.

Selama ini, Rusia mendukung rezim Presiden Basyar al-Assad melawan oposisi.

Sementara Turki dan Amerika Serikat justru ingin menggulingkan pemerintah.

Langkah militer Turki dianggap dapat memicu amarah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Rusia dianggap sebagai ancaman utama keamanan Eropa.

Turki sendiri selama ini kecewa dengan AS yang mendukung Kurdi (musuh Turki) dalam perlombaan merebut wilayah ISIS.

Hubungan Turki-Rusia sempat terputus akibat insiden penembakan jet tempur Su-24 Rusia oleh F-16 Turki di perbatasan Suriah pada November 2015.

Normalisasi hubungan kedua negara terjadi usai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta maaf secara langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Juni 2016 lalu.

Ankara dan Moskow bahkan berhasil menggagas tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Suriah.

Termasuk terjadi perundingan Astana kemarin, meski tak jelas pengaruhnya bagi proses politik Suriah (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.