Turki seolah mempertanyakan, mengapa AS "tidak malu" meminjam pangkalannya, tapi malah membantu YPG

ilustrasi pesawat kargo AS mendarat di pangkalan udara Incirlik, Turki (Reuters, 2015)

Turki mempertanyakan kehadiran pasukan koalisi AS di pangkalan udara Incirlik, di selatan Turki. Pangkalan tersebut kerap digunakan oleh NATO untuk melancarkan serangan udara kepada ISIS di Suriah.

Juru bicara Presiden, Ibrahim Kalin, mempertanyakan sikap AS yang tidak memberikan dukungan kepada NATO pada operasi mereka di al-Bab, sedangkan AS memberi bantuan pada pasukan Kurdi di utara Suriah, juga untuk melawan ISIS.

"Dalam satu setengah bulan ini kita telah melihat dan mengerti bahwa dukungan ini tidak diberikan pada tingkat dan efektivitas yang memadai", ujar Kalin pada Kamis (5/1).

Menurutnya, apapun alasan yang diberikan tidak dapat diterima.

Turki merasa marah dengan kebijakan AS mengenai Suriah. AS memberikan dukungan bagi milisi Kurdi TPG yang Turki anggap terkait organisasi PKK yang diklasifikasi sebagai teroris dan musuh negara.

Kalin berharap, pemerintahan baru AS yang akan dipimpin oleh Donald Trump akan lebih selaras dengan sensitivitas Turki.

Wakil Perdana Mentri Veysi Kaynak mengatakan, koalisi AS di pangkalan Incirlik jarang untuk bergabung dengan pasukan Turki. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi penduduk Turki.

"Kehadiran mereka menjadi pertanyaan bagi warga dan negara (kami). Isu ini menjadi salah satu agenda pemerintahan selanjutnya", ujarnya dalam sebuah siaran televisi.

Turki melancarkan serangan ke Suriah sejak Agustus lalu untuk mendorong ISIS dari perbatasan, dan mencegah YPG mengambil wilayah ISIS.

Juru bicara militer AS mengatakan pada Rabu (4/1), mereka ingin mengadakan pembicaraan dengan Turki mengenai dukungan lebih lanjut pada operasi di Al-Bab. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.