313 direncanakan oleh PKK, 22 oleh ISIS, dan 4 oleh golongan kiri radikal

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu (aa)

Pasukan keamanan Turki berhasil mencegah 339 ancaman teror sepanjang tahun 2016, menurut laporan Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu pada Selasa (3/1).

"313 diantaranya direncanakan oleh PKK, 22 oleh ISIS, dan 4 oleh golongan kiri radikal", ujar Soylu, dilansir dari anadolu agency.

"Kami menyita 247 bahan peledak buatan dan 61 kendaraan bom. 23 tersangka bom bunuh diri ditangkap bersama dengan 42 anggota kelompok teroris yang mempersiapkan serangan. Dalam tiga bulan terakhir, terdapat 80 insiden yang sudah dicegah", tambahnya.

Menurut Soylu, jumlah orang yang bergabung dengan PKK telah berkurang secara drastis. Dari 3.572 orang pada 2015, menjadi 559 pada 2016. Hanya 5 orang yang baru bergabung pada dua bulan terakhir.

Dalam operasi anti-ISIS, Turki menangkap 1338 orang yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok tersebut. 694 diantaranya merupakan warga asing.

Soylu menyatakan bahwa Turki akan melanjutkan upaya anti-teroris hingga semua dapat ditumpas.

"Namun seluruh dunia harus menunjukkan sikap tegas untuk melawan terorisme", ujarnya, seruan yang ditujukan kepada NATO, PBB, dan organisasi internasional lainnya agar segera mengambil tindakan nyata.

1.108 asosiasi di Turki juga ditutup pada 2016 karena diduga memiliki hubungan dengan kelompok teroris seperti FETO, PKK/KCK, DHKP-C dan ISIS.

Operasi anti-teroris juga melibatkan observasi pada media sosial. 1.729 orang ditahan karena membuat propaganda atas nama organisasi teroris,

Sejak 2015, Ankara melakukan aksi anti teroris baik di dalam negeri maupun sepanjang perbatasan Suriah. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.