Turki menuduh pemerintah Assad bertanggung jawab atas pelanggaran gencatan senjata nasional

Menteri Luar Negeri Turki Mevlu Cavusoglu (AlJazeera)

Turki menuduh pemerintah Assad bertanggung jawab atas pelanggaran gencatan senjata nasional.

Perjanjian yang diprakarsai oleh Rusia dan Turki sempat membawa ketenangan di sebagian besar wilayah Suriah, namun hal itu terusik dengan serangan yang terus terjadi di lembah Wadi Barada.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlu Cavusoglu, pada Rabu (4/1), mendesak agar pemerintah Suriah beserta sekutunya menghentikan pelanggaran. Situasi ini dapat membahayakan keberlangsungan perndingan damai di Kazakhstan bulan ini.

"Jika kita tidak menghentikan pelanggaran, proses di Astana bisa gagal. Setelah gencatan senjata, kami terus melihat pelanggaran", ujarnya.

Assad bersama milisi Syi'ah Hezbollah Lebanon mengadakan gempuran di Wadi Barada untuk merebut mata air yang memasok kebutuhan air Damaskus, juga jalur utama menuju Lebanon

SOHR melaporkan, serangan udara pemerinah dan pasukan darat masih melancarakan serangan di lembah tersebut. Namun, belum ada detail mengenai korban dan kerusakan.

Pihak oposisi pada Selasa (3/1), telah membekukan partisipasi mereka pada perundingan damai.

"Rezim dan sekutunya tidak menghentikan serangan, malah sering melakukan pelanggaran yang cukup besar, terutama di Wadi Barada dan Ghouta Timur", ujar pernyataan oposisi. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.