Turki tidak lagi bersikeras bahwa solusi konflik Suriah adalah secepatnya menghapus kekuasaan Basyar al-Assad

Ilustrasi Turki dan Suriah (Al-Jazeera)
Turki tidak lagi bersikeras bahwa solusi konflik Suriah adalah secepatnya menghapus kekuasaan Basyar al-Assad.

Hal itu terjadi karena karena situasi di lapangan telah berubah secara dramatis, kata Wakil Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek, Jum'at kemarin.

"Kami berpikir tentang penderitaan yang dialami rakyat Suriah dan berbagai tragedi, (secara) jelas menyalahkan Assad sepenuhnya. Tapi kami harus pragmatis, realistis", kata Simsek dalam sebuah panel masalah Suriah dan Irak di Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss.

"Fakta-fakta di lapangan telah berubah dramatis, sehingga Turki tidak bisa lagi bersikeras penyelesaian (perang) tanpa melibatkan Assad, itu tidak realistis", katanya.

Meski demikian, pekan lalu Juru bicara Presiden Tayyip Erdogan mengatakan perdamaian Suriah tidak mungkin terjadi di bawah kepemimpinan Assad.

Namun Ankara ingin melanjutkan "langkah demi langkah" penyelesaian serta melihat hasil pembicaraan di Astana.

Turki sejak lama ingin Assad segera lengser agar perdamaian di Suriah bisa tercapai.

Ankara mulai melunak sejak pemulihan hubungan baru dengan Rusia, hingga upaya kedua negara menggagas sebuah perundingan politik di luar PBB, di Astana, Kazakhstan. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.