Salah satu perintah Trump adalah membatasi imigrasi dan akses masuk AS bagi pengungsi Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman

Iluatrasi imigran
Presiden AS Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif untuk membatasi visa bagi imigran dan masuknya pengungsi. Sebagaimana ia sebutkan sejak masa kampanye.

"Besok adalah hari besar untuk rencana keamanan nasional. Dan diantara beberapa rencana, kita akan membangun tembok", ujar Donald Trump melalui akun twitter pada Selasa malam.

Trump melakukan pembicaraan pada Rabu (25/1) dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan menandatangai perintah mengenai imigrasi dan keamanan nasional, menurut sebuah laporan yang dikutip oleh Al-Jazeera.

Menurut harian Washington Post, salah satu perintahnya adalah membatasi imigrasi dan akses masuk AS bagi pengungsi Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.

Warga negara-negara ini akan menghadapi hambatan sejak proses pengajuan visa AS.

Ahli imigrasi mengatakan, perintah tersebut bisa menghentikan penerimaan jumlah pengungsi dalam 120 hari, termasuk bagi warga Suriah.

30 hari penghentian juga diberlakukan bagi pemegang visa imigran dan non-imigran dari beberapa negara mayoritas Muslim.

Namun, terdapat pengecualian untuk warga yang melarikan diri karena "penganiayaan agama", jika agamanya merupakan minoritas di negara asal.

Nihad Awad, direktur eksekutif Dewan Hubungan Islam-Amerika menyebut perintah ini sebagai "kebijakan buta" yang tidak akan berpengaruh pada keamanan Amerika.

"Ini akan membuat Amerika dan masyarakatnya jadi lebih takut serta kurang ramah. Itu bukan cara (benar) agar Amerika menjadi bangsa yang lebih besar", kata Awad.

Pada 2016, pemerintah AS telah mengakui 10.000 pengungsi Suriah, mayoritas dari mereka adalah keluarga dan anak-anak. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.