Jumlah pengungsi per hari meningkat sekitar 50%, dari 1.600 menjadi 2.300

Pengungsi Irak yang melarikan diri dari kubu pertahanan ISIS di Mosul. (Reuters)

Lebih dari 2.000 warga Irak mengungsi dari Mosul per hari. Menurut laporan PBB Rabu (4/1), jumlah ini lebih banyak dibandingkan sebelum AS memulai fase baru penyerangan melawan ISIS.

Sekitar 125.000 orang telah mengungsi, dari jumlah populasi awal 1,5 juta jiwa. Jumlah pengungsi per hari meningkat sekitar 50%, dari 1.600 menjadi 2.300 orang.

Pasukan keamanan telah merebut seperempat wilayah Mosul sejak Oktober lalu. Namun, warga tetap mengungsi karena kurangnya bahan makanan dan persediaan air.

Situasi kemanusiaan menjadi "mengerikan", mengingat stok makanan semakin menipis, harga pokok terus melonjak.

Sumur bor mengering atau menjadi air payau karena digunakan melebihi kapasitas maksimum.

Penyerangan Mosul sempat terhenti setelah koalisi AS mendapat kemajuan yang cukup signifikan.

Namun Kamis lalu, pasukan gabungan memulai kembali penyerangan dari timur Mosul menuju Sungai Tigris. Ini adalah minggu ke-11 semenjak penyerangan Mosul dimulai oleh koalisi pimpinan AS.

Pasukan kontraterorisme berhasil merebut zona industri pada Selasa (3/1), sementara pasukan elit dari Kementrian Dalam Negeri berhasil meraih distrik Mithaq pada Rabu.

Polisi Federal juga melakukan serangan di distrik Wahda.

Di lain pihak, penyerangan juga meningkatkan jumlah korban sipil. ISIS memanfaatkan medan perang kota dan bergerilya diantara warga untuk menutupi kelemahan dalam jumlah.

ISIS kerap menyembunyikan bom mobil di gang sempit dan memposisikan penembak jitu di gedung-gedung tinggi, sementara lantai bawah dipenuhi warga sipil.

"Senjata anti-pesawat milik ISIS diposisikan dekat rumah kami, sementara mereka terus menembaki helikopter. Kami dapat melihat beberapa petempur ISIS di jalanan, membawa senjata yang lebih ringan. Pada akhirnya mereka terkena serangan udara", ujar salah seorang warga Mithaq, dilansir dari Reuters.

Kemenangan atas kota Mosul diyakini dapat membawa kekalahan total bagi ISIS di Irak.

Meski terus ada kekhawatiran munculnya konflik sektarian karena pasukan pemerintah dan milisi Irak didominasi orang Syi'ah, sedangkan Mosul adalah kota Muslim Sunni. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.