Banyak militan Syi'ah tewas dan puluhan lainnya ditangkap

Ilustrasi pasukan Yaman
Pasukan pemerintah Yaman dukungan Saudi telah mengambil kontrol pangkalan militer utama di sepanjang pantai Laut Merah, Taiz, pada Senin (9/1), setelah empat hari pertempuran sengit.

"Unit-unit tentara yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi berhasil merebut kembali pangkalan militer Omari dan mengusir pasukan pro-Houthi keluar dari daerah sekitarnya", ujar seorang komandan militer dilansir dari Xinhua.

Pasukan pro-pemerintah akan terus menyisir militan Syi'ah Houthi di sepanjang daerah pesisir barat dekat selat Babul Mandeb, ujar sumber.

Sementara itu, helikopter dan kapal perang dari koalisi Saudi melancarkan serangan bom pada posisi Houthi di dalam ataupun sekitar pelabuhan Mocha.

"Pasukan militer yang didukung oleh serangan udara masih maju menuju target berikutnya di Mocha. Banyak militan bersenjata tewas dan puluhan lainnya ditangkap dalam pertempuran hari ini", kata sumber intelijen.

Ratusan tentara Yaman yang baru dilatih sudah diterjunkan dari provinsi Aden untuk mengamankan garis pantai dengan dukungan pasukan Uni Emirat Arab.

Pertempuran sengit yang dimulai pada Jumat malam menewaskan sekitar 71 Houthi dan 35 tentara pro-pemerintah, menurut petugas medis.

Situasi politik dan ekonomi di Yaman memburuk sejak Maret 2015, ketika perang pecah antara kelompok Syi'ah Houthi, yang didukung oleh mantan diktator Ali Abdullah Saleh, melawan pemerintah yang didukung oleh koalisi Saudi.

Houthi dan pasukan Saleh memegang sebagian besar wilayah utara Yaman.

Sejauh ini, perang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, dimana setengahnya merupakan warga sipil.

Jumlah korban luka mencapai 35.000 orang lain dan membuat dua juta orang terlantar, menurut lembaga kemanusiaan. (Xinhua)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.