”Saya dituduh mengatakan Dayak kafir. Saya meminta dibuktikan, dimana dan kapan saya mengatakan itu?”

Wasekjen MUI Pusat, Tengku Zulkarnain

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat Tengku Zulkarnain meminta bukti kelompok-kelompok yang telah menfitnah dan membenturkan dirinya dengan warga Dayak Kalimantan.

”Saya dituduh mengatakan Dayak kafir. Saya meminta dibuktikan, dimana dan kapan saya mengatakan itu?”, ujarnya kepada Hidayatullah, Sabtu (14/1).

Acara kegiatan dakwah Tengku Zulkarnain terganggu adanya kasus penghadangan sekelompok orang mengatasnamakan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang saat akan turun dari pesawat di Bandara Susilo, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Meski acara dilanjutkan esok harinya dengan dihadiri ribuan umat Islam dan para pejabat, Tengku Zulkarnain meyakini ada usaha dan gerakan sistematis untuk melemahkan lembaga keulamaan dan para ulama yang saat ini dinilai kritis kepada pemerintah.

“Ini semacam ada skenario melemahkan ulama-ulama yang kritis terhadap pemerintah”, ujarnya.

Tengku Zulkarnain mengaku akan tetap berdiri di tengah-tengah umat meski apa yang dirasakan itu pahit.

Baginya, ulama harus berdiri di tengah umat. Jika penguasa itu bagus kita dukung, jika penguasa itu salah kita ingatkan.

“Tapi sekarang kok tidak? Ulama yang vokal mulai ‘dikriminalisasikan’ satu-satu. Yang kritis ditangkapi. Bahkan tak sedikit ulama dibully”, tambahnya.

Karenanya Tengku meminta umat berhati-hati adanya usaha dan gerakan melemahkan peran ulama maupun lembaga keulamaan yang sekarang berjalan sangat massif.

Sebelumnya, sejumlah orang yang mengatasnamakam Dewan Adat Dayak melakukan penolakan kedatangan Wasekjen MUI.

Tidak jelas apa keterkaitan Tengku Zulkarnain dengan masalah yang dituntut sekelompok orang itu.

Spanduk yang dibawa saat penolakan tokoh MUI

(Hidayatullah)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.