"Jiwa raga ini diberi karunianya oleh Allah SWT, yang Maha Pencipta, dan jiwa ini kembali kepada Allah SWT, tidak pada yang lain"

Taufik Ismail
Seperti dilansir Liputan6, penyair Taufik Ismail mengkritik lagu nasional "Padamu Negeri (Bagimu Negeri)". Ia menyebut lagu ciptaan Kusbini itu menyesatkan.

Kritik disampaikan Taufik saat menghadiri acara silaturahmi Iluni Bangkit untuk Keadilan di Taman Lingkar Universitas Indonesia, Jum'at (27/1).

Saat itu, panitia membuka acara memutar lagu "Padamu Negeri" yang diputar sampai habis.

Ketika acara digelar, penyair berusia 85 tahun itu naik podium dan memberikan pidato.

Lewat pidatonya inilah, Taufik menyampaikan penolakannya terhadap lagu "Padamu Negeri".

"Saya bersama teman-teman menolak lagu ini (Padamu Negeri)", ujar Taufik.

Secara umum ia mengapreasiasi isi lirik lagu tersebut. Namun, Taufik menilai dua baris terakhir, yakni "bagimu negeri jiwa raga kami" sangat bermasalah.

"Jiwa raga ini diberi karunianya oleh Allah SWT, yang Maha Pencipta, dan jiwa ini kembali kepada Allah SWT, tidak pada yang lain", tegasnya.

Lirik "Padamu Negeri" terdengar patriotik, tetapi ia menilai lirik tersebut sesat.

"Salah sekali (lirik yang itu), istilah ini musyrik", ucap Taufik.

Ia lalu mengajak para tamu undangan yang hadir agar tidak mendengar lagi lagu itu.

"Sebaiknya kita koreksi dengan tidak usah mendengar lagu ini", ajaknya.

Berikut lirik lagu "Padamu Negeri":

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami

(Liputan6)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.