salah satu daerah sekitar ibukota Damaskus, wilayah Douma (Reuters).

Serangan udara di Wadi Barada, Suriah, meningkat pada Minggu (8/1).

Serangan ini terjadi sehari setelah oposisi dan rezim gagal bersepakat untuk memperbaiki pompa air yang hancur dua minggu lalu.

Menurut PBB kehancuran diakibatkan "serangan yang disengaja", tanpa menyebutkan pihak yang bertanggung jawab.

Tapi, milisi Syi'ah Hezbollah dan pasukan rezim diketahui melancarkan serangan dua minggu lalu dalam upaya merebut wilayah Wadi Barada.

Wilayah ini juga merupakan jalur suplai militan Hezbollah dari Libanon.

Mata air di Wadi Barada memasok kebutuhan 4 juta warga ibukota Damaskus, dimana wilayah ini masih dikuasai oleh pejuang oposisi Sunni.

Rezim mengklaim ingin masuk ke sana "untuk memperbaiki kerusakan".

Pihak oposisi menyebut rezim hanya menggunakan isu air sebagai akal-akalan untuk merebut wilayah tersebut.

Media milik Hezbollah menuduh pejuang Sunni mengingkari perjanjian dan menyerang tim perbaikan.

Pihak rezim juga menuduh, kelompok jihadi Jabhah Fathu Syam (JFS), yang tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata, ada di sana. Meski hal ini disangkal sumber lokal.

Sumber lokal menegaskan tidak ada tim perbaikan yang datang, maupun JFS yang ada di daerah tersebut.

Peningkatan serangan juga menandai adanya pelanggaran yang dilakukan oleh rezim Assad atas kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia dan Turki, menurut pihak oposisi.

"Tidak ada gunanya lagi gencatan senjata jika hanya dipatuhi oleh satu sisi. Saya pikir dalam beberapa jam ke depan akan ada perkembangan penting (keputusan) untuk membekukan gencatan senjata", ujar Mamoun Haji Musa, juru bicara kelompok Suqur Syam.

Menurut SOHR, 24 serangan udara menghantam Wadi Barada sejak Minggu pagi.

Sempat ada jeda serangan di hari Sabtu, karena ada perundingan mengenai perbaikan saluran. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.