Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, merasa positif tentang pemerintah AS yang akan datang, terutama mengenai Iran dan perang melawan ISIS

Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir saat menghadiri Konferensi Perdamaian Timur Tengah di Paris (Reuters)
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, merasa positif tentang pemerintah AS yang akan datang, terutama mengenai Iran dan perang melawan ISIS.

"Kami optimis tentang pemerintahan yang baru, dan berharap untuk bekerja dalam semua bidang yang menjadi perhatian bagi kami, kedua negara", kata Jubeir pada Senin (16/1).

"Kami akan memantau pemerintahan Trump. (Trump) Ingin mengembalikan peran Amerika di dunia, kami menyambutnya. (Trump) Ingin mengalahkan ISIS, kami juga begitu. (Trump) Ingin membatasi Iran, kami juga", tambahnya, dilansir dari Arabnews.

Al-Jubeir mengatakan, kepentingan Saudi saat ini selaras dengan AS, baik secara geopolitik (Suriah, Irak, Yaman dan Iran) atau masalah keuangan dan energi.

"Tujuan yang ingin kita capai sama. Kami mungkin memiliki perbedaan pendapat tentang cara untuk mewujudkannya, tapi kami tidak memliki perbedaan pendapat tentang apa yang perlu dilakukan", katanya.

Ketika ditanya tentang hubungan Riyadh dengan Iran, al-Jubeir menuduh pemerintah negara tersebut merusak stabilisasi kawasan.

"Hubungan kami dengan Iran tegang dan dalam kebijakan yang agresif serta bermusuhan. Akan bagus jika dapat hidup damai dan harmoni dengan Iran, namun butuh usaha dari keduanya", kata al-Jubeir.

"Kita tidak bisa menanggapi pembantaian dan kehancuran dengan 'memberikan pipi' (kesempatan -red) yang lain. Kami mencobanya, tapi tidak berhasil", ujarnya.

Al-Jubeir menambahkan, pembicaraan damai di Astana, Kazakhstan, mengenai Suriah layak dicoba, tapi tidak berati Riyadh meninggalkan oposisi dalam berjuang menggulingkan Basyar al-Assad.

"Tujuannya adalah gencatan senjata dan beralih ke proses politik. Mari kita mencobanya. Sejauh ini belum berhasil", katanya.

"Jika berhasil, mari kita lakukan cara politik. tapi itu tidak berarti kami meninggalkan oposisi moderat", tegas Jubeir. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.