Belum jelas apakah oposisi akan ikut serta dalam perundingan yang digagas Rusia dan Turki ini

keadaan di wilayah sekitar Damaskus yang dikuasai oposisi (Al-Jazeera)
Rusia telah memberikan informasi mengenai tanggal perundingan ntara oposisi Suriah dan rezim Assad, yang rencananya akan dilaksanakan di Astana, Kazakhstan.

"Saat ini belum ada indikasi bahwa pertemuan itu akan ditunda. Tanggal sudah diatur pada 23 Januari", ujar sumber dari Kementerian Luar Negeri Rusia pada Rabu (11/1) dikutip dari Al-Jazeera.

Sumber itu mengatakan, persiapan yang sedang dilakukan saat ini adalah menyusun daftar peserta agar pembicaraan dapat mewakili semua pihak yang berkepentingan.

"Kita tahu bahwa oposisi tidak tertarik pada pembicaraan ini. Mereka ingin menghadiri pembicaraan PBB di Jenewa yang dijadwalkan pada Februari", ujar reporter Al-Jazeera Stefanie Dekker.

"Kami mendengar, mungkin delegasi dari FSA dan Komite Tinggi Negosiasi (HNC) bisa hadir. Namun, mereka mengatakan, jika pelanggaran gencatan senjata di wilayah terkepung terus terjadi, mereka tidak akan datang", jelasnya.

Perundingan diawali dengan kesepakatan gencatan senjata nasional yang berlaku akhir Desember 2016 lalu.

Kesepakatan ini tidak memasukkan ISIS dan Jabhah Fathu Syam.

Gencatan membuat banyak daerah di Suriah tenang, namun di sekitar Damaskus Assad terus menggempur oposisi. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.