Moskow menyatakan rencana Amerika mengenai zona-zona aman di Suriah harus dipertimbangkan

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov (Foto: dok).

Moskow menyatakan rencana Amerika mengenai zona-zona aman di Suriah harus dipertimbangkan.

Ketika diminta mengomentari perintah eksekutif AS yang diperkirakan segera ditandatangani Presiden Donald Trump pekan ini, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan penting sekali untuk “mempertimbangkan semua kemungkinan konsekuensi” langkah itu.

Menurut Dmitry Peskov, Amerika belum berkonsultasi dengan Rusia rencana dan menyatakan “penting sekali agar tidak memperburuk situasi terkait pengungsi”.

Sambil menangguhkan pemberian visa bagi warga Suriah dan negara-negara lainnya, perintah eksekutif Trump mengarahkan Pentagon dan Departemen Luar Negeri agar mengajukan rencana zona aman di Suriah dan sekitarnya.

Target waktu rencana itu adalah 90 hari. Perintah itu tidak menyebutkan rincian lebih lanjut. Trump ingin zona itu melindungi pengungsi sehingga tidak perlu lari ke luar negeri, termasuk AS.

Zona aman diusulkan Trump dan juga kandidat Demokrat Hillary Clinton pada kampanye kepresidenan lalu.

Meski hal ini ditolak oleh pemerintahan Obama karena khawatirkan bisa membuat AS terlibat konflik langsung dengan rezim Assad dan Rusia.

Oktober lalu, militer Rusia secara spesifik memperingatkan Amerika agar tidak menyerang pasukan pemerintah Suriah, dengan menyatakan peralatan pertahanan udaranya di Suriah akan menangkis setiap serangan.

Namun, Rusia menyambut baik janji Trump yang ingin memperbaiki hubungan dengan Moskow serta kemungkinan kerja sama "kontra terorisme". (VoA)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.