Israel dan China telah membuat kesepakatan untuk mendatangkan 6.000 pekerja ke Israel





Buruh bangunan China yang melakukan pembangunan di Haifa, 2007
Israel dan China telah membuat kesepakatan untuk mendatangkan 6.000 pekerja ke Israel.

Menurut Menteri Keuangan Israel, Moshe Kalon, kesepakatan akan ditandatangani secara resmi pada Februari mendatang di Yerusalem, dengan harapan nempercepat penyelesaian "krisis perumahan".

Kedua negara akan mempersiapkan diri masing-masing sebelum implementasi perjanjian itu.

Salah satu tujuan utama dari perjanjian ini adalah menghilangkan biaya broker dan kemungkinan adanya perdagangan manusia, menurut Kalon.

Pengawasan akan dilakukan sejak keberangkatan hingga pekerja pulang kembali ke Cina.

Sedangkan Menteri Perumahan dan Konstruksi Yoav Galant mengatakan, bisnis properti di Israel kurang baik selama setahun kemarin karena kekurangan tenaga kerja.

Ia mengatakan, solusi buruh China ini akan membawa teknologi dan kemampuan baru.

"Pekerja China akan mengurangi waktu konstruksi, dan menurunkan harga yang dapat menguntungkan masyarakat", ujar Galant.

Awalnya, diperkirakan akan ada 235.000 pekerja bangunan di Israel pada 2016, dengan rincian :

42.000 warga Palestina, 3.500 China, 2.800 Moldova, 1.000 Bulgaria, serta beberapa dari Romania.

Juni lalu Israel juga telah membuat kesepakatan dengan Ukraina untuk mendatangkan 1.000 pekerja.

Tidak ada keterangan apakah buruh China ini akan dipakai membangun pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina atau tidak.

Namun pada 2015 lalu, China pernah meminta agar buruh bangunannya tidak ditempatkan di Tepi Barat dengan alasan keamanan. (JerusalemPost/Haaretz)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.