Assad mengaku "mungkin terjadi beberapa kesalahan pemerintah", dan membantah melakukan kejahatan perang

Basyar al-Assad (Al-Jazeera)

Presiden Suriah, Basyar al-Assad menyatakan, pihaknya siap bernegosiasi dalam berbagai hal yang akan didiskusikan dalam pembicaraan damai.

Perundingan diprakarsai oleh Rusia dan Turki, dan akan diselenggarakan di Astana, Kazakhstan.

Dalam sebuah wawancara dengan media Perancis, Assad mengaku belum mengetahui "pihak lain" yang akan hadir.

Salah satu anggota parlemen Perancis yang mengunjungi Suriah, Thierry Mariani, mengatakan, Assad bersedia berunding dengan oposisi, kecuali kelompok-kelompok "jihadis".

"Assad merasa optimis dan siap untuk rekonsiliasi dengan oposisi, tapi syaratnya mereka harus menurunkan senjata", ujar Mariani.

Assad juga menyangkal tuduhan kejahatan perang yang dilakukan tentaranya, dengan mengatakan tidak ada perang yang bersih.

Menurut Mariani, Assad mengatakan, "mungkin terjadi beberapa kesalahan pemerintah", dan bahwa ia ikut "menyesal atas kesalahan tersebut".

Namun, rezim menyalahkan "teroris" yang disebutnya mengambil-alih Wadi Barada. Assad bersumpah akan mengambil kembali daerah itu.

Menurut Assad, pasukannya sedang menuju kemenangan.

"Saya tidak menganggap keberhasilan di Aleppo sebagai kemenangan. Kemenangan yang sesungguhnya adalah saat kita berhasil mengalahkan teroris", ujar Assad, dilansir dari Al-Jazeera.

Ini adalah wawancara pertama Assad dengan media Perancis setelah berhasil mengambi alih Aleppo.

Mengenai serangan bom yang melanda kota dan kematian sejumlah besar warga sipil Aleppo, Assad mengatakan: "Terkadang, ini adalah pengorbanan untuk kebebasan"

Ia menambahkan: "Tetapi pada akhirnya, orang-orang dibebaskan dari teroris".

Teroris adalah istilah yang digunakan Assad untuk semua pejuang yang menentang pemerintahannya.

"Tentu saja itu sangat menyakitkan bagi kita, melihat salah satu bagian dari negara kita hancur, atau melihat pertumpahan darah dimana saja", katanya.

Ia juga mempertanyakan jika kekuasaan Aleppo dikontrol oposisi, yang menurut "memancung orang". (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.