Tetangga-tetangga Gambia ingin presiden Yahya Jammeh segera menyerahkan kekuasaannya

Presiden Yahya Jammeh

Presiden terpilih Gambia, Adama Barrow telah mengadakan pembicaraan dengan Yahya Jammeh membahas penyerahan kekuasaan secara damai. Pembicaraan berlangsung di ibukota Banjul pada Jum'at (13/1).

Delegasi Afrika Barat yang ikut serta diantaranya Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, pemimpin Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan Presiden Ghana John Mahama.

Atas nama ECOWAS (forum ekonomi Afrika Barat), mereka mencoba membujuk Jammeh agar mundur dari jabatan presiden secara terhomat, serta tidak menyeret negara ke dalam krisis atau perang saudara.

"Pembicaraan ini sangat penting karena semua orang dapat mulai melihat pilihan yang harus diambil", kata Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyeama.

Sedangkan Buhari mengatakan, "Hanya Tuhan yang tahu apakah Jammeh akan mundur".

Presiden Gambia Yahya Jammeh dinyatakan kalah dalam pemilu bulan Desember lalu oleh Adama Barrow. Jammeh, yang telah memerintah negara selama beberapa dekade, awalnya menerima kekalahan tersebut.

Namun seminggu kemudian, Jammeh.menolak mundur dan menuduh ada kecurangan dalam pemilu.

Perkumpulan ECOWAS ingin mencari solusi damai untuk kebuntuan ini, tapi juga menyerukan aksi militer jika Jammeh tidak mau mundur.

"Pasukan di Senegal dan Nigeria sudah bersiap-siap", lapor koresponden media Al-Jazeera.

Sementara itu, Adama Barrow dikabarkan akan melakukan perjalanan ke Mali untuk bertemu dan mengeksplorasi semua pilihan.

Jammeh dan pasukan keamanannya dibuat semakin terisolasi.

Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika memperingatkan adanya "konsekuensi serius" jika Jammeh menyebabkan gangguan politik dan "hilangnya nyawa tak berdosa".

Mereka mengancam akan berhenti mengakui Jammeh sebagai presiden jika upaya persuasi terakhir tidak berhasil.

Yahya Jammeh adalah pemimpin yang mendeklarasikan Gambia sebagai Republik Islam. Sedangkan Barrow dikabarkan ingin meninjau ulang deklarasi itu.

Jammeh juga dikenal karena ancamannya terhadap kaum pendubur (homoseksual) dengan ancaman hukuman mati. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.