Jammeh juga akan meninggalkan negara itu

Presiden Gambia Yahya Jammeh
Presiden Gambia Yahya Jammeh, yang selama berminggu-minggu menolak mundur pasca kalah pemilu bulan Desember, kini telah mengkonfirmasi akan melepaskan kekuasaannya.

"Saya telah memutuskan hari ini, dari lubuk hati terdalam, untuk melepas baju kepemimpinan bangsa besar ini dengan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada rakyat Gambia", katanya dalam pernyataan yang disiarkan di televisi, Sabtu.

Pengumuman itu datang beberapa jam setelah presiden baru, Adama Barrow, menyebut bahwa Jammeh akhirnya "setuju untuk turun".

Barrow juga menyatakan Jammeh akan meninggalkan negara itu.

"Saya ingin memberitahu kalian bahwa Yahya Jammeh telah setuju untuk mundur. Ia dijadwalkan meninggalkan Gambia hari ini. #NewGambia", tulisnya.

Sebelumnya, Jammeh mendapat berbagai tekanan dari luar negeri, termasuk ancaman serangan militer dari negara tetangganya.

Jammeh adalah presiden 'nyentrik' yang mendeklarasikan Gambia sebagai negara Islam, namun tak jelas lagi kelanjutan status negara setelah Barrow mengambil kekuasaan nanti.

Selain itu, pada masa Jammeh, homoseksual mendapat ancaman hukuman mati. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.