Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan, mengatakan sedang mengusut 3 kasus Habib Rizieq

Kapolda Jabar

Polda Jawa Barat kembali menerima laporan dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Kali ini, Habib dilaporkan atas kasus penyerobotan tanah Perhutani di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

"Dilaporkan seminggu yang lalu, dugaannya penyerobotan dan pemilik tanah negara tanpa hak", kata Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan saat menghadiri acara Rapat Pimpinan Polri di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

Menurut Anton, laporan diterima pada 18 Januari 2017. Ia juga memastikan akan memproses laporan tersebut secara objektif dan profesional.

"Itu tanah Perhutani dengan alamat di Bogor, di wilayah Megamendung dekat kediamannya (Rizieq)", ucap Anton.

Tak hanya laporan soal penyerobotan tanah, kata Anton, pihaknya saat ini juga tengah menindaklanjuti laporan lain tentang dugaan penghinaan terhadap budaya Sunda yang dilakukan oleh Habib Rizieq.

Dimana HRS sempat memplesetkan kata "sampurasun" menjadi "campuracun".

Pada kasus ini, Polda Jawa Barat sebenarnya sudah menerima laporan "campurracun" pada 2015.

Namun, ujar Anton, Polda Jawa Barat menghentikan proses penyelidikan alias SP3 karena dianggap tidak menemukan bukti.

"'Campurracun' itu dulu ada yang menghentikan. Tapi sekarang dilanjutkan lagi. Ada elemen BEM termasuk masyarakat adat. Pokoknya gabungan macam-macam sedang mengadakan audiensi ke Polda Jawa Barat untuk melaporkan kembali campur racun itu karena bagi masyarakat Sunda menyakiti", kata Anton.

Anton mengimbau HRS agar tidak mengulangi perbuatan yang bisa menyinggung suatu kelompok.

"Karena bagi masyarakat Sunda ini merupakan suatu kebanggaan soal 'sampurasun' itu", ujarnya. (Liputan6)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.