"Saya dituduh berjanji dan memberikan hadiah kepada Hakim MK Patrialis. Tapi saya sampai sekarang belum pernah ngasih janji sama Hakim MK"

Basuki Hariman

KPK menyita draft putusan uji materi Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar.

Namun, Basuki Hariman (BHR), tersangka penyuap Patrialis mengaku tak pernah melihat draf putusan tersebut.

"Saya enggak pernah lihat draf putusan MK. Adanya di mana tuh?", ujar Basuki usai diperiksa KPK di Gedung KPK, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (30/1).

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah sempat mengatakan, dalam penggeledahan yang dilakukan terhadap Basuki Hariman dan Patrialis Akbar, KPK menemukan draft putusan MK dan beberapa stempel.

Namun, Basuki membantah hal tersebut. Termasuk perihal adanya stempel dan dugaan pertemuannya dengan Patrialis Akbar di lapangan golf di kawasan Rawamangun.

"Stempel apa tuh? Saya enggak tahu. Saya enggak tahu itu. Saya belum ngerti. Baru dengar", kata Basuki.

"Bisa saja ada orang lain yang lakukan itu, saya mana tahu. Yang jelas saya enggak pernah. Itu ada di bagian lapangan. Ada anak buah saya di lapangan", imbuhnya.

Basuki pun membantah semua sangkaan KPK kepada dirinya.

"Saya dituduh berjanji dan memberikan hadiah kepada Hakim MK Patrialis. Tapi saya sampai sekarang belum pernah ngasih janji sama Hakim MK. Dia (Patrialis) enggak terima apa-apa dari saya, tapi sudah di-judge seperti itu. Tolonglah kasihani Pak Patrialis", ujar Basuki.

Patrialis Akbar ditangkap di Grand Indonesia yang disebut KPK sebagai operasi tangkap tangan (OTT).

Ia dituduh menerima suap dari Basuki Hariman (BHR) dan NG Fenny (NGF). Basuki merupakan ‎bos pemilik 20 perusahaan impor daging, sedangkan NG Fenny adalah sekretarisnya. (Liputan6)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.