Nenek Hamdah, 70 Tahun. Tinggal di kamp Mafraq sejak April 2013. Ia mengutarakan kemarahannya pada rezim Assad.

Nenek Hamdah, 70 tahun, jadi pengungsi di Yordania
Perang Suriah telah menciptakan pengungsi yang sangat besar ke negara-negara tetangga. Turki, Lebanon dan Yordania jadi penampung beban terbesar.

Perang ini melibatkan pemerintah keluarga Assad yang berkuasa dengan hukum tangan besi selama 40 tahun, melawan kelompok oposisi dari kaum mayoritas, Muslim Sunni.

Jutaan warga Muslim tercecer ke negara tetangga akibat menjadi korban serangan udara rezim Assad atau takut jadi sasaran tindakan represif.

Hampir semua dari mereka di kamp Yordania adalah penentang Assad dan merasakan kezhaliman rezim tersebut.

Nenek Hamdah, 70 Tahun. Telah tinggal di kamp Mafraq sejak bulan April 2013. Ia mengutarakan kemarahannya pada rezim Assad.

"Apa yang kau mau dari kami Basyar. Kaliah telah menghancurkan rumah-rumah kami. Kami terpaksa melarikan diri tanpa membawa apapun. Hanya sehelai baju di badan, tanpa bekal makanan", kata nenek Hamdah ditemui oleh tim Muslimah Indonesia.

Ia menunjuk nasib bayi-bayi Suriah yang lahir di tempat mengungsi, tak pernah mengenal rumah.

"Lihat bayi ini Basyar al-Assad. Tidak ada susu yang bisa diminum", lanjutnya.

Bersama ratusan ribu warga pengungsi lain di Yordania, nenek Hamdah tak punya rencana pasti bisa kembali ke kampung halamannya.

Yordania dirasa lebih aman untuk menghabiskan hari tua dibanding Suriah, dimana rezim Assad masih berkuasa.

Jumlah pengungsi Suriah terdaftar di Yordania menurut UNHCR saat ini mencapai 655.676 jiwa.

Selain itu, pengungsi di kawasan perbatasan dengan daerah gurun, merasakan lebih parah. Terlebih terkait pasokan air bersih.

Warga Suriah yang tidak bisa menyeberang ke Yordania menggunakan gurun itu untuk mengungsi.

Alasannya sederhana, karena merupakan lahan kosong dan tidak diklaim faksi apapun, maka dianggap aman dari serangan udara.

Tapi ketika Yordania menutup perbatasan akibat serangan kelompok teroris ISIS, suplai air sempat terganggu dan membuat warga mengalami krisis. (Risalah)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.