U Ko Ni merupakan advokat Mahkamah Agung yang kerap menyuarakan kekerasan kepada minoritas Rohingya

Penasihat hukum pemerintahan Myanmar U Ko Ni. (CNN)

Penasehat masalah hukum pemerintahan Myanmar U Ko Ni dibunuh oleh seorang pria bersenjata pada Minggu (29/1) di luar Bandara Internasional Yangon.

Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Yangon dalam keadaan tidak sadar.

Polisi di tempat kejadian berhasil menangkap tersangka. Pelaku berusia 52 tahun dari kota Mandalay.

U Ko Ni merupakan advokat Mahkamah Agung yang kerap menyuarakan kerukunan beragama di Myanmar. Penembakan terjadi ketika ia baru kembali dari perjalanan dinas.

U Ko Ni mengunjungi Indonesia untuk melakukan diskusi mengenai kekerasan agama di negara bagian Rakhine, terkait kaum minoritas Rohingya.

"Tidak hanya mereka yang bertanggung jawab atas kematian U Ko Ni yang dibawa ke pengadilan, tetapi semua pembunuhan, penyiksaan, perkosaan orang tak bersalah di Myanmar", ujar Yanghee Lee, pelapor khusus PBB tentang situasi HAM di Myanmar melalui akun twitternya.

"Kematian U Ko Ni akan mengejutkan komunitas HAM di dalam maupun luar negeri. Pihak berwenang harus mengirim pesan yang jelas bahwa kekerasan tersebut tidak akan ditoleransi", ujar pernyataan Amnesty International tak lama setelah peristiwa penembakan.

U Ko Ni telah menyatakan penyesalan atas kebangkitan kaum nasionalis Buddha Myanmar, sehingga mengakibatkan kekerasan terhadap Muslim dalam beberapa tahun terakhir.

Advokasi politik U Ko Ni mencabut kekuasaan militer di Myanmar pada 2010. Ia juga merupakan seorang kritikus terhadap peran politik tentara. (CNN)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.