Pihak Assad mengklaim pejuang di Wadi Barada akan menyerahan senjata dan pergi

Ilustrasi (Reuters)
Pihak oposisi Suriah diklaim mencapai kesepakatan dengan gubernur setempat untuk memperbaiki kerusakan di mata air Wadi Barada, menurut televisi Assad, SANA, dan pemda setempat, pada Rabu (11/1). Mereka sepakat untuk mengirim teknisi masuk ke dalam fasilitas mata air.

Gubernur provinsi Riff Damaskus Alaa Ibrahim mengatakan, kesepakatan awal dicapai dengan pejuang oposisi di Wadi Barada dengan syarat menyerahkan senjata kepada pemerintah.

Pejuang yang tidak berasal dari lembah tersebut akan dievakuasi.

Tentara rezim Suriah kemudian akan memasuki daerah itu untuk menyisir dan menghilangkan bahan peledak, dan teknisi akan memperbaiki kerusakan mata air, menurut Ibrahim.

"Sesaat lagi akan jelas, apakah mungkin untuk melaksanakan perjanjian tersebut", lapor SANA mengutip Ibrahim.

Namun berita ini belum dapat dikonfirmasi kebenarannya pada pihak oposisi.

Media lokal dari aktivis Wadi Barada mengatakan, belum ada kesepakatan apapun yang dicapai oleh oposisi dan rezim.

Mata air terkena serangan sejak akhir Desember, menyebabkan persediaan air untuk ibukota Damaskus dan wilayah sekitarnya berkurang 30%.

Hal ini menyebabkan 4 juta warga penduduk ibukota terancam tidak memiliki air minum yang higienis.

PBB memperingatkan, kekurangan air bersih dapat menyebabkan wabah penyakit, dan bahwa sabotase pasokan air warga sipil merupakan kejahatan perang.

Pihak oposisi mengatakan, kerusakan disebabkan serangan dari pihak rezim Assad.

Sedangkan gubernur rezim menuduh oposisi mencemari mata air dengan solar, sehingga negara terpaksa memotong saluran. Dimana ini dibantah sumber lokal.

Serangan udara di Wadi Barada juga mengancam berlangsungnya gencatan senjata nasional yang diprakarsai oleh Rusia dan Turki. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.