Politisi partai Republik justru ingin memberi hukuman lebih keras pada Rusia

Donald Trump (Reuters)

Presiden terpilih AS Donald Trump berada dalam dilema. Keinginannya menjalin kerja sama erat dengan Rusia mendapat hambatan karena partainya sendiri ingin hubungan itu dibatasi.

Ini juga terjadi terkait isu mengenai peretas Rusia yang dituding mengintervensi pemilihan presiden AS beberapa bulan lalu.

Intervensi Rusia dicurigai sebagai upaya untuk membantu Trump memenangkan pilpres.

Menurut Reonce Priebus, kepala staf yang akan menjabat pada pemerintahan Trump, dugaan tersebut akan membatasi ruang gerak presiden.

Trump selama ini menyepelekan info intelijen AS yang menuduh Rusia berada dibalik gangguan pemungutan suara.

Menurut Trump, gangguan bisa saja dari China atau seorang peretas yang iseng. Dugaan itu juga disangkal oleh Rusia.

"Pemerintah AS yang baru perlu membuat garis yang lebih keras dan signifikan", ujar Nil Gardiner dari Heritage Foundation, sebuah think tank konservatif di Washington yang berpengaruh dalam tim transisi Trump.

Republik khawatir, keinginan Trump mempererat hubungan dengan Putin dapat menguntungkan keinginan presiden Rusia itu.

Yaitu kelonggaran sanksi ekonomi akibat ulah Moskow mencaplok wilayah Krimea dari Ukraina serta mendukung pemberontak di timur negeri itu.

Senator partai Republik Lindsey Graham bersama dan rekannya John McCain, yang juga merupakan ketua Komite Angkatan Bersenjata di Senat, akan memperkenalkan RUU dengan sanksi lebih kuat pada Rusia.

"Kami akan membuat sanksi yang akan menjerat mereka di sektor keuangan dan sektor energi, yang juga merupakan kelemahan mereka", kata Graham dalam program di stasiun NBC.

Pensiunan Marinir Jenderal James Mattis, calon Menteri Pertahanan yang akan menghadapi sidang Senat pada Kamis besok, diharapkan mendukung pembatasan hubungan dengan Moskow, atau melenceng dari ucapan Trump selama masa kampanye.

Jika Mattis melakukan itu, maka akan memperkuat alasan AS menambah kehadiran militernya di Eropa, termasuk menempatkan posisi pasukan AS di negara-negara Baltik dan Polandia.

Sikap Trump sendiri memang membuat kebingunan diantara sekutu-sekutu AS.

"Ada kegelisahan mengenai Trump terkait Eropa dan NATO", kata seorang diplomat Eropa.

"Adanya tawar-menawar dengan Rusia`bisa mengubah arah NATO dan mengancam Eropa pada perpecahan", lanjutnya. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.