Donald Trump diminta agar tidak memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) AS ke Yerusalem

Donald Trump (Foto: Stella Iowa City/Getty Images)
Presiden Palestina Mahmud Abbad mengingatkan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump agar tidak memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) AS ke Yerusalem.

Diingatkan Abbas, bahwa langkah tersebut membahayakan prospek perdamaian Timur Tengah.

"Setiap pernyataan atau sikap yang mengganggu atau mengubah status Yerusalem adalah garis merah yang tak akan kami terima", tegas Abbas seperti dikutip kantor berita resmi Palestina, Wafa, Sabtu (7/1).

Semasa kampanye kepresiden, Trump pernah menyatakan niat untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Hal yang tentu saja ditentang keras oleh Palestina mengingat status kota tersebut yang hingga saat ini masih diperebutkan.

Menurut Abbas, jika Kedubes dipindahkan maka "proses perdamaian di Timur Tengah, dan bahkan perdamaian di dunia, akan berada dalam masalah besar".

Palestina ingin Yerusalem timur yang dicaplok Israel akan jadi ibukota negara mereka di masa mendatang. Namun Israel mengklaim seluruh Yerusalem adalah ibukotanya.

Pemerintah AS dan kebanyakan negara-negara anggota PBB tidak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Status kota tersebut merupakan salah satu masalah paling pelik dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun.

Meski sebetulnya Kongres AS meloloskan hukum untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengesahkan pendanaan pemindahan kantor kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, pada Oktober 1995.

Namun, tak ada satu pun presiden AS yang melaksanakan hukum itu. (Detikcom/AFP)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.