Pakistan akhirnya memasukkan kaum transgender dalam sensus penduduknya

pendukung hak hak sipil transgender dari organisasi GIA melakukan aksi di jalan pada 13 Agustus 2016 (Reuter).

Pakistan akan memasukan kaum transgender dalam sensus penduduk 2017, sesuai dengan permintaan pengadilan tinggi Lahore.

Sensus ini adalah kali pertama diadakan setelah 19 tahun Pakistan berhenti melakukannya.

Pengadilan mengeluarkan perintah bagi pemerintah, Otoritas Pendaftaran dan database Nasional, serta Kementrian Dalam Negeri untuk menghitung transgender dalam sensus Maret mendatang.

Hal ini dilakukan sebagai respon dari petisi yang diajukan seorang transgender bernama Ali Waqar.

Menurutnya, hak-hak kaum transgender Pakistan telah diabaikan, dan merasa berhak diakui, salah satunya dengan dihitung dalam sensus penduduk.

"Kami senang karena akhirnya kami akan dihitung sebagaimana yang lainnya", kata ujar Almas Bobby, seorang tansgender.

"Saya harap kami akan mendapat keadilan kewarganegaraan dan keadilan status", lanjutnya.

Tidak ada jumlah pasti mengenai kaum trangender Pakistan. Kelompok advokasi Trans Action memperkirakan jumlahnya mencapai 500.000, dari keseluruhan 190 juta penduduk.

Pada 2012, Mahkamah Agung memutuskan bahwa transgender Pakistan memiliki hak-hak yang sama, seperti hak memilih dan warisan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.