Patrialis Akbar ketika ditangkap KPK selain tak ada harta ilegal yang disita, ternyata ia ditemani oleh sang sopir

Hakim MK Patrialis Akbar dikenal dekat dengan umat Islam
Kasus penangkapan mantan hakim MK, Dr. Patrialis Akbar masih terus menjadi sorotan, selain kabar hoax yang dimuat oleh sejumlah media terkenal, definisi OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang diklaim KPK juga dipertanyakan.

Pasalnya, meski mengklaim menangkap tangan, namun tidak jelas barang bukti apa yang disita KPK dari Patrialis.

KPK hanya menyebut adanya seserahan 20 ribu Dollar AS, Desember lalu, lewat Kamaludin yang diduga sebagai perantara suap.

Ia ditangkap di lokasi dan waktu berbeda dengan tersangka dugaan penyuapan, Basuki Hariman.

Bahkan Hariman membantah telah menyerahkan uang suap pada Patrialis.

Hariman mengaku memberi uang sebesar 20 ribu dolar AS dan 200 ribu dolar Singapura bukan kepada Patrialis, melainkan kepada Kamaludin.

“Itu ada namanya Kamal, dia teman saya dan juga dekat dengan Pak Patrialis. Saya memberi uang kepada dia”, kata Hariman usai pemeriksaan KPK, Kamis malam (26/1), dikutip Aktual.

Menurutnya, tujuan pemberian uang itu adalah untuk keperluan umrah Kamaludin.

“Karena dia kan dekat dengan Pak Patrialis, dia minta sama saya, 20 ribu dolar AS itu buat dia umrah. Dia bilang uang itu buat umrah, tetapi saya percaya uang itu buat pribadi, buat Pak Kamal sendiri. Saya dua kali memberikan, dan yang 200 ribu dolar Singapura masih sama saya”, jelasnya.

Ia membantah ada perintah dari dirinya pada Kamaludin agar menyerahkan uang kepada Patrialis.

“Tidak ada, jadi selama saya bicara dengan Pak Patrialis tidak pernah dia bicara sepatah kata pun soal uang. Yang minta uang itu sebenarnya Pak Kamal. Kalau menurut saya Pak Patrialis tidak terlibat dalam hal ini”, ujarnya lagi.

Namun, ia tidak membantah Kamaludin pernah menjanjikan soal perkara di MK saat pemberian uang itu.

“Ya, ini perkaranya bisa menang, gitu saja. Padahal saya tahu Pak Patrialis berjuang ya apa adanya gitu ya. Saya percaya Pak Patrialis ini tidak seperti orang yang kita dugalah hari ini. Terima uang dari saya tidak ada”, jelasnya.

Ia juga menyatakan tidak pernah berperkara di MK, karena hanya membantu pihak dari Persatuan Pedagang Sapi terkait perkara itu.

“Hari ini kan masuknya daging India terlalu banyak. Jadi kalau mereka ada gugatan, saya coba bantu memberikan penjelasan-penjelasan kepada hakim, dalam hal ini Pak Patrialis bahwa masuknya daging India pertama merusak peternak lokal karena harganya murah sekali. Kedua juga di sana (India) masih terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) jelas kok di sertifikatnya tertulis dari negara terinfektif kenapa masih tetap diimpor. Saya jelaskan kepada Pak Patrialis biar beliau mengerti”, ujar Hariman.

Iapun mengakui kenal dengan Patrialis Akbar dan pernah bertemu.

“Saya pernah ketemu di Lapangan Golf Rawamangun beberapa kali saja. Makan bersama-sama dua kali kalau tidak salah”, katanya.

Perempuan misterius digoreng media
Namun, kabar kurang penting yang menyebut bahwa Patrialis "ditangkap bersama seorang wanita" bernama Anggita Eka Putri, menjadi lebih heboh di media daripada informasi wujud "barang bukti" KPK yang diambil saat OTT itu.

Risalah coba menelusuri sedikit kronologi saat Patrialis ditangkap KPK di Grand Indonesia.

Menurut seorang kolega jurnalis Muslim yang dekat dengan Patrialis, saat berbelanja sang hakim MK tidak sendirian, tapi pergi ditemani oleh sopirnya.

Sedangkan Anggita (menurut beberapa sumber bersama ibunya) menemui mereka, sebelum akhirnya tim KPK datang melakukan penangkapan.

Belum ada konfirmasi kebenaran hubungannya dengan Patrialis Akbar, sejumlah media hanya memuat informasi tidak jelas atau gosip. (Aktual/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.