Pihak oposisi kecewa atas ketidakmampuan Moskow dalam berperan sebagai penjamin kesepakatan

Mohammad Alloush dari faksi oposisi Jaish al Islam (Reuters)
Oposisi Suriah meminta Rusia memastikan keberlangsungan gencatan senjata, seperti diungkapkan pimpinan delegasi, Mohammad Alloush dari Jaisyul Islam, Minggu (22/1).

Menurutnya, perjanjian gencatan senjata terus dilanggar oleh rezim Assad dan milisi Iran. Dengan melancarkan serangan ke beberapa daerah, diantaranya Wadi Barada.

Meski telah ada perjanjian yang diprakarsai oleh Rusia dan Turki sejak Desember lalu.

"Ini adalah pembuktian mengenai kekuatan pengaruh Rusia sebagai penjamin kesepakatan dengan rezim dan Iran. Jika (Rusia) gagal dalam peran ini, maka akan ada kegagalan lebih besar", ujar Alloush.

Pihak oposisi kecewa atas ketidakmampuan Moskow dalam berperan sebagai penjamin kesepakatan. Rusia dianggap tidak dapat memberikan tekanan pada milisi Syi'ah Hezbollah dukungan Iran.

"Rusia ingin mengalihakan keterlibatannya dari di pertempuran menjadi pihak penjamin netral. Usaha ini terhalang oleh rezim Suriah dan Iran", jelas Alloush.

Rusia bersama Turki menjadi penggagas utama perundingan damai Suriah di Kazakhstan yang saat ini sedang berlangsung.

Mereka mencoba mengesampingkan perbedaan pandangan agar bisa bekerja sama membangun perjanjian gencatan senjata yang kuat. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.