Salah satu masalah adalah mengenai masa depan Assad sebagai Presiden jika konflik usai

Astana, ibukota Kazakhstan

Pembicaraan politik perang Suriah sedang berlangsung di Astana, Kazakhstan, dijadwalkan Senin (23/1) ini. Berbagai pihak yang bertikai datang berunding untuk mencari solusi.

Ini adalah kali pertama pihak oposisi duduk di perundingan dengan perwakilan rezim Basyar al-Assad, pasca gagalnya negosiasi PBB tahun lalu.

Menurut negosiator utama Rusia, Alexander Lavrentyev, perundingan antara oposisi dan pihak rezim masih belum ditentukan akan dilakukan secara tatap muka atau dengan perantara.

Masalah lain datang dari perselisihan Turki dan Rusia mengenai isu-isu fundamental. Salah satunya mengenai masa depan Assad sebagai Presiden jika konflik usai.

Sementara kepala delegasi rezim Suriah, Basyar al-Jaafari, dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa perundingan akan berfokus pada penguatan gencatan senjata yang telah diadakan sejak Desember lalu.

Dalam kesempatan itu, Jaafari meremehkan peran Turki sebagai pihak mediator.

"Turki telah melanggar kedaulatan Suriah, sehingga tidak akan ada dialog Suriah-Turki", katanya, mengacu dukungan Turki pada pejuang anti-Assad di Suriah.

Diplomat Rusia, Turki, dan Iran juga mengadakan pertemuan secara terpisah hari Minggu (22/1) kemarin, dalam membicarakan proses negosiasi selanjutnya.

Penasihat duta besar Rusia di Kazakhstan mengungkapkan, pembicaraan itu berjalan dengan alot.

Rusia dan Turki mendukung pihak yang berbeda dalam konflik Suriah. Turki memberikan bantuan kepada oposisi sedangkan militer Rusia, bersama Iran, adalah penyokong Assad.

Namun saat ini kedua negara tersebut berusaha melepaskan diri dari masalah di lapangan dengan kepentingan masing-masing.

Beberapa pihak percaya, perundingan ini merupakan kesempatan terbaik mencapai kesepakatan damai.

Para pengamat menilai, pertemuan Astana juga bisa membantu negosiasi lain di Jenewa yang digagas PBB.

Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, sedang mengatur perundingan tersebut. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.