Pejuang oposisi tetap siaga meski telah memasuki hari keempat gencatan senjata. sementara serangan terus dilancarkan Assad

Pejuang oposisi tetap siaga meski telah memasuki hari keempat gencatan senjata (2/1/2017, Reuters)

Kelompok Oposisi Suriah akan menghentikan keikutsertaannya dalam pembicaraan perdamaian yang digagas Rusia, menyebut adanya pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Suriah dan sekutunya, Iran.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (2/1), adanya perluasaan wilayah yang didapat oleh rezim dan sekutunya melalui sebuah serangan dapat mengakhiri kesepakatan gencatan senjata.

"Tentara rezim dan sekutunya terus melakukan pemboman dan melakukan banyak pelanggaran", ujar pernyataan tersebut, dilansir dari Reuters. Pernyataan ditandatangani oleh kelompok-kelompok FSA.

Menurut pernyataan itu, pelanggaran paling banyak terjadi di lembah Wadi Barada, utara Damaskus. Pasukan Assad dan milisi Hezbollah Lebanon coba meningkatkan serangan.

Pihak oposisi mengatakan, pasukan pro Assad berusaha merebut tempat tersebut karena terdapat mata air yang jadi penyuplai kota Damaskus, serta merupakan rute utama menuju Lebanon yang biasanya digunakan Syi'ah Hezbollah untuk menerima pasokan logistik.

Oposisi juga mempertanyakan kemampuan Rusia dalam menekan pasukan Assad agar patuh terhadap perjanjian.

Perundingan perdamaian sendiri direncanakan akan digelar di Astana, Kazakhstan, bulan ini.

Dewan Keamanan PBB pada Sabtu (31/12) mengapresiasi langkah gencatan dan perundingan perdamaian yang disusun oleh Turki dan Rusia. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.