Delegasi oposisi menolak mengadakan pembicaraan langsung dengan pihak Assad

Suasana pertemuan Astana

Pihak-pihak yang terlibat dalam perundingan damai Suriah di Astana, Kazakhstan, diminta menyepakati perundingan dengan tatap muka langsung.

Hal itu akan membuat delegasi rezim Assad dan pihak oposisi bertemu secara langsung, menurut wakil Menteri Luar Negeri Kazakhstan Roman Vassilenko pada Senin (23/1).

Beberapa jam menuju negosiasi, Vassilenko juga mengatakan hal yang akan dibahas dalam pertemuan masih didiskusikan.

Namun, situs berita Al-Jazeera mengabarkan bahwa delegasi oposisi menolak mengadakan pembicaraan langsung dengan pihak Assad.

Alasan mereka adalah tidak adanya komitmen rezim dan sekutu dalam mematuhi gencatan senjata.

Delegasi oposisi memperjuangkan penerapan penghentian kekerasan di sejumlah wilayah yang masih digempur Assad dan milisi Syi'ah, seperti Wadi Barada dan Ghouta Timur.

"Sesi pertama negosiasi tidak akan dilakukan tatap muka karena rezim belum menyepakati perjanjian 30 Desember", ujar juru bicara oposisi Yehya al-Aridi.

Menurut Al-Jazeera, penolakan pembicaraan dengan tatap langsung menimbulkan kekhawatiran mengenai efektivitas pertemuan.

"Hal ini membuat para diplomat bertanya-tanya, akan seberapa efektif pembicaraan ini? Pertemuan bergantung pada niat oposisi dan perwakilan rezim akan bertatap muka", jelas Muhammad Jamjoom.

Berikut nama-nama delegasi pejuang Sunni dan asal faksi dalam negosiasi Astana:

1. Muhammad Alloush (Kepala delegasi/Jaisyul Islam)
2. Yasser Abdurrahim (Faylaqusy Syam)
3. Said Naqrash (Liwa Syuhada Islam)
4. Hossam Yasin (Jabhah Syamiyah)
5. Musthafa Bairew (Tajamu Fastaqim)
6. Yamin Taljao (Jaisyul Islam)
7. Mundzir Siras (Faylaqusy Syam)
8. Ahmad Sulthan (Liwa Sultan Murad)
9. Makmun Haj Musthafa (Suqur Syam)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.