Pihak oposisi Gambia menyatakan bahwa Presiden Yahya Jammeh bisa dianggap sebagai pemimpin pemberontak

Presiden Yahya Jammeh sedang berbicara dengan seorang aparat keamanan (Noveber 2016, AlJazeera)

Pihak oposisi Gambia menyatakan bahwa Presiden Yahya Jammeh bisa dianggap sebagai pemimpin pemberontak jika tidak mau turun dari jabatannya bulan depan.

Jammeh dinyatakan kalah dalam pemilu Gambia Desember lalu dari rivalnya, Adama Barrrow. Namun, ia menolak turun dan menuduh terdapat kecurangan dalam pemilu.

Jammer juga menyerukan diadakannya pemilihan ulang.

Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) telah mengatakan akan melakukan intervensi militer jika Jammeh bersikeras tidak melepas jabatan.

Menanggapi hal ini, Jammeh mengatakan intervensi asing akan dipandang sebagai deklarasi perang dan dia menyiapkan pasukan militer.

Juru bicara koalisi oposisi Halifa Sallah mengatakan, Jammeh akan menjadi warga negara biasa pada 19 Januari mendatang, sehingga tidak memiliki mandat institusional dalam mengerahkan militer Gambia.

"Presiden yang telah habis masa jabatannya, namun mengerahkan pasukan bersenjata untuk melawan presiden selanjutnya akan dinilai sebagai pemimpin pemberontakan oleh komunitas internasional", ujarnya, dilansir dari Al-Jazeera.

Sallah menambahkan, pihak Barrow, ECOWAS, African Union, dan PBB secara berhati-hati mempertimbangkan langkah yang akan diambil.

Meski demikian, Barrow tetap menjadwalkan pelantikan diadakan pada 19 Januari.

Barrow mengatakan, Organisasi internasional tidak perlu turut campur dalam permasalahan internal Gambia jika transisi berjalan damai.

Jammeh sendiri naik sebagai pemimpin setelah berhasil melakukan kudeta militer pada 1994.

Pemimpin nyentrik itu juga mendeklarasikan Republik Islam Gambia pada Desember 2015. Sementara Barrow akan mencabut status itu jika menjabat. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.