Nurul Fahmi dibebaskan setelah Ustadz Arifin Ilham membuat permohonan penangguhan penahanan kepada polisi

Pimpinan majelis Az-Zikra Ustadz Arifin Ilham saat menjemput Nurul Fahmi di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (24/1) siang.
Tersangka kasus dugaan penghinaan bendera negara, Nurul Fahmi (28) sudah bebas dan pulang ke rumahnya di Klender, Jakarta Timur.

Nurul keluar dari tahanan setelah pimpinan majelis Az-Zikra, Ustadz Muhammad Arifin Ilham, mendatangi Polres Jakarta Selatan, Selasa (23/1) siang ini.

Pembebasan ini terjadi setelah permohonan penangguhan penahanan dikabulkan Kepolisian.

Ustadz Arifin mengaku tersentuh saat melihat Nurul Fahmi dipenjara lantaran hanya tidak sengaja dan tidak mengetahui larangan menulisi bendera merah putih.

Terlebih, Nurul pun baru mempunyai bayi dan keluarga itu hafal Al-Qur'an.

"Istri dan beliau juga orang yang senang menghapal Al-Qur'an, jadi tersentuhlah hati hingga datang ke Jenderal Tito memohon kebijakan Polri untuk menangguhkan tahanan pada Nurul, dan Alhamdulilah diterima oleh beliau", ujar Ustaz Arifin saat ditemui di Mapolres Jakarta Selatan, dikutip Republika, Selasa (24/1).

Polres Metro Jakarta Selatan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan untuk tersangka kasus dugasn penghinaan lambang negara, Nurul Fahmi.

Ustadz Arifin Ilham sendiri yang mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

"Sudah empat hari proses penyidikan dan alhamdulillah kita kedatangan Ustadz Arifin Ilham dan istrinya mengajukan permohonan penangguhan penahanan", ujar Kabag Mitra Div Humas Polri, Kombes Awi Setiyono.

Nurul ditangkap polisi hari Jum'at lalu, karena mengibarkan merah putih yang ditulisinya kalimat Tauhid.

Ia diancam 5 tahun penjara menurut UU No. 24 tahun 2009, tentang bendera dan lambang negara. (Republika)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.