Netanyahu mendukung pengampunan tentara Israel yang bersalah atas pembunuhan warga Palestina saat sudah tak berdaya

Benjamin Netanyahu (REUTERS/Baz Ratner)

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengaku mendukung pengampunan tentara Israel yang divonis bersalah atas pembunuhan warga Palestina saat sudah tak berdaya.

Tentara Israel itu terancam hukuman 20 tahun penjara.

Elor Azaria disidang di pengadilan militer setempat sejak Mei 2016, atas dakwaan pembunuhan, tak disengaja, terhadap seorang warga Palestina (pelaku serangan) yang sudah tergeletak.

Dalam insiden itu, Azaria tetap melepas tembakan ke arah korban yang tak bergerak.

Politikus sayap kanan Israel banyak membela Azaria, namun petinggi militer mengecam tindakannya ini.

Dalam persidangan yang digelar Selasa lalu, pengadilan militer Israel memvonis Azaria bersalah atas dakwaan pembunuhan.

"Ini menjadi hari yang sulit dan menyakitkan bagi kita semua, pertama dan terutama bagi Elor dan keluarganya. Saya mendukung pengampunan pada Elor Azaria", ucap Netanyahu via halaman Facebook miliknya.

Dalam pembacaan putusan, hakim Kolonel Maya Heller menyatakan, tidak ada alasan pembenar bagi Azaria untuk melepas tembakan karena warga Palestina tidak lagi memberikan ancaman.

"Motif penembakan itu adalah, dia merasa teroris pantas mati", sebut hakim.

Penembakan terjadi 24 Maret 2016 di Hebron, Tepi Barat, aksi Azaria terekam video amatir dan beredar luas di internet.

Kasus ini memicu perdebatan politik sengit di Israel. Terlebih Netanyahu menelepon ayah Azaria untuk menyampaikan simpati.

Secara terpisah, kantor Presiden Israel Reuven Rivlin merilis pernyataan pasca putusan pengadilan, yang isinya menyebut bahwa pembahasan pengampunan masih terlalu prematur pada saat ini.

Pernyataan juga menyebut, permohonan pengampunan hanya bisa diajukan oleh Azaria sendiri, pengacara atau keluarga dekatnya, setelah proses persidangan selesai.

Pembacaan vonis hukuman akan dilakukan dalam sidang selanjutnya. Azaria yang berusia 20 tahun terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan masih bisa mengajukan banding. (Detikcom/AFP)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.