Dingin, sepi dan terlupakan, mungkin itulah gambaran singkat ribuan pengungsi Suriah yang tinggal di sepanjang perbatasan di dalam wilayah Yordania

Ibu Ajeng Kristinawati bersama bocah Suriah di Yordania
Dingin, sepi dan terlupakan, mungkin itulah gambaran singkat ribuan pengungsi Suriah yang tinggal di sepanjang perbatasan di dalam wilayah Yordania.

Tak seramai di perbatasan Turki, warga yang lari ke Yordania berasal dari sisi selatan negara Suriah. Terutama dari provinsi Dara'a yang berbatasan langsung.

2 orang ibu dari kota Bandung untuk pertama kalinya berkunjung langsung kepada warga pengungsi di Mafraq.

Ibu Ajeng Kristinawati dan ibu Nina mewakili komunitas Muslimah di kota bandung sejak akhir 2016 tiba di Yordania, mengunjungi langsung tempat yang belum ditembus bantuan Indonesia.

Kampnya cukup unik, terdiri dari tempat tinggal tembok putih yang disusun kotak menyerupai rumah. Meski masih ada pula yang berupa tenda.

Di dekatnya, terdapat kandang Domba hingga peralatan lain untuk pencaharian apa adanya bagi keluarga tersebut.

Sejak pagi anak-anak sudah melepas Domba-Domba itu untuk digembala mencari makan.

Musim dingin jadi waktu yang sangat berat, vegetasi hijau nyaris tak tampak di sekitar lahan itu. Namun mereka tetap bersemangat.

Para pengungsi terdiri dari berbagai usia. Mulai anak-anak hingga lansia. Bersambung.... (Risalah)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.