Istibsyaroh mengaku tidak mengetahui akan ada pertemuan dengan Presiden Israel Reuven Rivlin

Sejumlah WNI temui presiden Israel
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan akan ada sanksi untuk Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Istibsyaroh yang menemui Presiden Israel Reuven Rivlin di Tel Aviv.

Sanksi tersebut bisa berupa teguran hingga pemberhentian.

"Akan diberi sanksi. Sanksinya tergantung dari tingkat kesalahannya. Dari teguran lisan, teguran tertulis sampai dengan pemberhentian dari kepengurusan", kata Waketum MUI Zainut Tauhid kepada Detikcom, Sabtu (21/1).

Zainut menuturkan, MUI secepatnya menggelar rapat untuk menentukan sanksi. Salah satu agenda terkait masalah ini akan dilakukan pada Selasa (24/1) nanti.

"MUI melarang semua pengurusnya menghadiri undangan dari pejabat Israel. Larangan tersebut berlaku tanpa syarat. Jika ada yang melanggar MUI akan mengevaluasi pengurus yang melanggar tersebut dan jika terbukti bersalah akan memberikan sanksi", ujarnya.

Zainut menegaskan, MUI tidak terikat dengan semua hasil pembicaraan yang dilakukan Istibsyaroh dengan Presiden Israel.

MUI berlepas diri secara penuh terhadap pertemuan tersebut.

"MUI tetap berkomitmen untuk membantu rakyat Palestina melepaskan diri dari cengkeraman zionis Israel menjadi negara yang merdeka dan berdaulat", tegasnya.

Sementara itu, MUI juga telah mengkonfirmasi soal pertemuan dengan Istibsyaroh sendiri.

"Melalui Ibu Profesor Amany Lubis salah seorang Ketua MUI sudah diminta keterangannya dan benar bahwa kunjungan Ibu Istibsyaroh ke Israel tidak atas nama MUI, tapi atas nama pribadi", tuturnya.

Istibsyaroh mengaku tidak mengetahui akan ada pertemuan dengan Presiden Israel Reuven Rivlin.

Dari penjelasannya kepada MUI, ia mengunjungi Israel dengan niat ke Masjid Al-Aqsa. Istibsyaroh mengatakan diajak beberapa orang, termasuk adiknya. (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.