Stasiun Metro TV kembali membuat berita kontroversial terkait kalangan Islamis tanah air

Hidayatullah dimasukkan dalam daftar situs hoax dan radikal versi Metro TV
Stasiun Metro TV kembali membuat berita kontroversial terkait kalangan Islamis tanah air.

Kali ini dengan membuat tayangan berita berisi daftar blacklist (versi lama dari Kominfo), Metro TV memasukkan situs berita Islam hidayatullah.com dalam kelompok penyebar hoax (berita palsu) dan radikalisme.



"Waspadai situs yang menyebarkan hoax dan juga radikalisme. Berikut situs penyebar hoax yang direkomendasikan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme kepada Kementerian Kominfo untuk diblokir", tulis Metro TV dalam berita Jum'at (6/1), memasukkan Hidayatullah di nomor 10.

Dalam daftar itu, situs Islamis Ahlusunnah disatukan juga dengan situs-situs pendukung kelompok ultra ekstrimis ISIS, seperti daulahislam.com dan shoutussalam.com.

Uniknya, Metro TV masih memasukkan nama gemaislam.com, yang dahulu pernah bekerja sama dengan BNPT dalam upaya penanganan pemikiran radikal.

Screenshot dari tampilan situs metrotvnews.com
Risalah telah menelusuri daftar yang dibuat Metro TV ini. Bahwa daftar ini memang pernah masuk list blokir Kominfo 2015 lalu.

Namun sejumlah situs telah dipulihkan posisinya, terutama hidayatullah.com dan gemaislam.com yang mengajukan keberatan.

Bahkan menurut dewan pers, pemblokiran situs seperti Hidayatullah pada saat itu ditemukan ketidakadilan.

Berita ini pun dimuat oleh situs Metro TV sendiri dengan judul: "Dewan Pers Bela Hidayatullah.com"

"...Dewan Pers menganggap pemblokiran terhadap sejumlah situs berita Islam oleh pemerintah merupakan bentuk ketidakadilan. Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan selama institusi pers itu bisa mempertanggungjawabkan isi berita, maka pemerintah tak boleh langsung memblokir.

'Kini masih ditemukan berbagai ketidakadilan yang dialami oleh rekan pers. Hidayatullah.com salah satunya," kata Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dalam rangkaian diskusi bertema Kebebasan dan Penistaan....
"

Itu fakta pada akhir Maret 2015, sedangkan pemblokiran yang terjadi baru-baru ini terkait hoax, hidayatullah.com, gemaislam.com, dakwatuna.com bahkan arrahmah.com, sama sekali tidak masuk list blokir.

Sementara sejumlah situs pendukung ISIS dalam daftar tayangan Metro TV itu sudah tak bisa diakses lagi sejak masa pemblokiran pertama.
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.