20% warga negara Israel merupakan keturunan Arab Palestina

Seorang Arab Israel, MK Basel Ghattas

20% warga negara Israel merupakan keturunan Arab Palestina, dimana mayoritasnya beragama Islam, selain agama lain seperti Kristen dan Druze.

Mereka adalah keturunan warga Palestina yang memilih bertahan di kampung halamannya ketika pasukan Zionis merebut wilayah luas pada perang Arab-Israel.

Sementara warga lainnya kini menjadi pengungsi Palestina di beberapa negara, menjadi warga Yordania serta tentunya bertahan di Gaza dan Tepi Barat.

Soal kesejahteraan, warga Arab di negara Yahudi memiliki standar hidup yang lebih tinggi dibandingkan penduduk lain di berbagai tempat Timur Tengah.

Meski demikian, karena berada di negara Yahudi, mereka terus mengalami diskriminasi atau sentimen negatif.

Warga Arab ini juga mendukung perjuangan politik Palestina dalam menghadapi kaum Yahudi.

Bahkan, beberapa pihak Israel menuduh warga Arab 'sangat mendukung' Palestina dalam konflik dengan Zionis.

Sikap mereka terbagi dalam cara memperjuangkan hak warga Palestina. Tetapi semakin banyak Druze, Kristen, Badui dan Muslim yang menolak melakukan cara konfrontasi.

Sebagian memutuskan tidak menunjukkan aksi secara langsung atau terbuka, karena memandang Israel memiliki kekuatan. Mereka bekerja dan berinteraksi dengan orang-orang Yahudi di Israel setiap hari.

Lainnya, seperti anggota Knesset (parlemen Israel) Basel Ghattas (Joint Arab List), memutuskan bertindak nyata dalam melawan politik pemerintah Israel.

Bahkan, menurut media setempat, sesekali terlihat mendukung kelompok perlawanan Palestina yang dianggap "teroris" oleh Israel.

Menurut Dr. Mordechai Zaken, kepala urusan minoritas di Kementerian Keamanan Publik Israel, sikap masyarakat Arab di Israel dapat dibagi namun tidak dapat digeneralisir.

Satu faktor yang berpengaruh soal sikap yang diambil adalah adanya kekerabatan mereka dengan warga di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.

Hubungan solidaritas ini masih ada, pada pemilu Israel tahun 2015, warga Palestina (Tepi Barat dan Gaza) menyeru warga Arab di Israel tidak golput. Dengan memberikan suara pada partai Arab.

Gabungan politik Arab meraih posisi 3 dengan 14 kursi. Pemilu itu dimenangkan oleh partai Likud, Benjamin Netanyahu, yang kemudian membentuk koalisi pemerintahan.

Namun ada tradisi dalam pembentukan pemerintahan Israel, partai pemenang tidak akan mengajak unsur politik Arab ke dalam koalisinya.

Mengenai isu dari warga Arab yang dipakai mempengaruhi politik Israel adalah terkait pengambilalihan tanah.

Zaken mengatakan: "Mereka menggunakan permasalahan tanah karena ini merupakan salah satu masalah yang belum terselesaikan, juga lebih mudah dalam menggalang persatuan. Pengambilalihan tanah sepanjang tahun (2016) telah membangkitkan oposisi terhadap pemerintah (Israel)"

Zaken menuduh politisi Arab "memanas-manasi suku Badui" yang tinggal di selatan gurun Negev dengan mengatakan mereka belum memperoleh hak penuh.

"Penentangan ada dalam darah mereka, dan budaya nomaden mempengaruhi sikap mereka, selalu merasa ada masalah dengan masyarakat yang menetap", katanya.

Warga Arab yang beragama Kristen dikabarkan lebih berintegrasi dengan masyarakat Israel. Meskipun orang Yahudi kerap melakukan diskriminasi pada identitas agama dan budaya mereka.

Inilah yang menyebabkan Gabriel Naddaf, seorang pendeta ortodoks Yunani, berkampanye tentang identitas orang-orang Kristen di Israel.

Naddaf mengadakan gerakan mengintegrasikan warga Kristen ke dalam pemerintahan Israel. Pandangan pro-Israel Naddaf banyak dikritik oleh Muslim dan Kristen Arab yang mendukung Palestina.

Seiring waktu, Naddaf melihat kemajuan atas upayanya. Tahun 2014, anak dari warga Kristen di Israel dikategorikan sebagai "Aramean" daripada "Arab".

Sebelumnya, semua kaum minoritas di Israel dikategorikan sebagai "Arab".

Namun, identifikasi ini banyak ditentang oleh masyarakat Arab karena dianggap dapat memecah belah komunitas mereka. (Algemeiner/BBC/JP)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.