Berdasarkan surat tanda lampiran polisi, Presiden ke-5 itu dilaporkan oleh Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan melakukan penodaan agama.

Berdasarkan surat tanda lampiran polisi, Presiden ke-5 itu dilaporkan oleh Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama.

Humas LSM, Baharuzaman mengatakan bahwa pelaporan didasarkan atas dugaan penodaan agama dalam pidatonya pada HUT ke 44 PDIP, Selasa (10/1).

Adapun kalimat yang diucapkan Megawati yang dianggap menoda agama adalah:

"... di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa 'self fulfilling prophecy', para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya"

Menurut Baharuzaman, dunia setelah fana merupakan salah satu keyakinan umat Islam yang juga disebutkan dalam rukun iman, yakni mengenai kehidupan akhirat.

"Karena setelah dunia fana ini berarti dalam arti kata Muslim adalah hari akhir, hari kemudian, alam akhirat. Dan tentang alam akhirat itu tercantum dalam rukun iman, yaitu yang kelima. Rukun iman sendiri ada di dalam Al-Qur'an yang merupakan firman Allah", ujar Baharuzaman dalam konferensi pers, dikutip Kompas, Selasa (24/1).

Oleh karena itulah, Baharuzaman mengaku terdorong melaporkan Megawati ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin kemarin.

"Tentu akidah kami yang mana dinodakan ini yang membuat saya merasa disakiti", keluhnya.

Ia mengaku mengetahui pidato tersebut setelah menonton di televisi.

"Kalau saya pribadi dengar dari awal sampai akhir di televisi", katanya.

Baharuzaman juga mengajak umat agama lain yang merasakan hal serupa (soal dunia akhirat) agar melaporkan Megawati dengan kasus yang sama.

Menurutnya, dalam agama apapun, salah satu tujuan manusia beribadah adalah agar masuk surga.

Hal itu bisa dicapai setelah menjalani kehidupan fana di dunia.

"Mungkin kalau ada yang lain, dari agama lain yang merasa seperti itu silakan. Seumpama anda Katolik, anda beribadah, tentu kenapa? ingin mendapatkan surga, surga di mana, di hari akhir", ujarnya.

Tanggapan PDIP
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Andreas Hugo Pareira menyarankan agar pihak yang melaporkan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mempelajari dan memahami keseluruhan isi pidato.

Menurut Hugo, pidato politik Mega tidak menyinggung agama apapun. Tapi Hugo juga membenarkan bahwa agama yang masuk ke politik akan jadi "ideologi tertutup".

"Yang namanya agama, apapun itu, dogma. Bukan hanya Islam, kalau bicara soal teokrasi, itu tertutup. Soal keimanan itu dogmatis. Kalau masuk dalam wilayah politik dia akan jadi ideologi tertutup. Semua agama, lho", ujar Anggota Komisi I DPR itu.

"Ketika masuk wilayah politik apalagi di masyarakat yang pluralis, tidak akan menjelaskan realita sosial yang ada. Kalau kita mau set back ke ideologi tertutup ya tidak realistis. Tidak sesuai dengan kenyataan Indonesia ini. Di situ lah apa yang Bu Mega maksud", ujar Hugo. (Kompas)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.