Aksi diikuti tiga kelompok orang yang menyebut dirinya Solidaritas Merah Putih (Solmet), Aksi Barisan Relawan Basuki Djarot, dan Dukung Ahok Club

Sekelompok orang buat petisi jalan untuk bubarkan FPI
Sekelompok orang melakukan aksi penandatanganan petisi menolak Front Pembela Islam di arena Car Free Day. Mereka termasuk pendukung terdakwa kasus penistaan agama, Basuki alias Ahok.

Aksi diikuti tiga kelompok yang menyebut dirinya Solidaritas Merah Putih (Solmet), Aksi Barisan Relawan Basuki Djarot, dan Dukung Ahok Club.

Dimulai sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi, aksi penolakan FPI itu ternyata belum banyak diminati.

Hanya hadir puluhan partisipan, atau 50 persen dari list yang terdaftar.

"Ini secara list sebenarnya yang sudah terdaftar ada 50 orang, Ini spontanitas aja. Karena kemungkinan terjebak macet, atau karena tertutup jalurnya di Car Free Day, tapi beberapa teman masih on the way. Saat ini yang hadir sekitar 25 orang-an, kurang lebih ya", Kata Emy, humas aksi, dari Solmet, di kawasan patung kuda, Silang Monas, Jakarta Pusat, dikutip Vivanews.

Aksi dimulai dengan jalan santai, penyebaran brosur untuk informasi dan dilakukan penandatangan petisi di spanduk sepanjang 1x4 meter.

Aksi tersebut diamankan lebih dari sekitar 40 orang personel kepolisian dari Polda Metro Jaya.

"Brosur itu bukan apa-apa, hanya untuk kilas balik pejuang-pejuang pahlawan nasional, perkembangan tentang Jakarta dan juga Indonesia. Kita mengumpulkan petisi satukan suara NKRI (Negara Kesaturan Republik Indonesia), kita ingin FPI dibubarkan", katanya.

Emy mengungkap alasan penolakan FPI ini. FPI diklaim telah melakukan tindakan premanisme dan dituding melakukan penganiayaan kepada rekannya pendukung Ahok-Djarot.

"Alasannya FPI itu biang keributan, mereka selalu premanisme, dan mereka tidak jelas apa unsurnya. Mereka mengatasnamakan agama dengan meneriakkan takbir tapi mereka melakukan keributan", katanya.

Sebelumnya seorang kader PDIP bernama Widodo babak belur dan melapor ke Polisi.

Namun menurut FPI, kasus itu bukan premanisme atau pengeroyokan. Melainkan perkelahian 1 lawan 1 setelah terjadi provokasi dari Widodo.

Sekjen DPP FPI DKI Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin, mengatakan, peristiwa itu berawal saat anggota FPI tengah duduk-duduk.

"Mereka justru lewat malah meledek dengan pura-pura menyapa, maka ditolak sama anggota, terjadi adu mulut dan Widodo menantang, tapi tidak terjadi (keributan)", kata Novel kepada Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (7/1).

Setelahnya, sekitar pukul 22.00 WIB, anggota FPI dan Widodo berpapasan di jalan. Pada saat itulah mereka saling pukul satu sama lain.

"Maka duel satu lawan satu yang ditonton warga, enggak ada orang FPI (lain) satu pun. Widodo jatuh, tidak ditolong warga, akhirnya lari dan melapor, bilangnya malah dikeroyok", ucap Novel.

Ia menuding Widodo-lah yang menjadi provokator atas kejadian. Dimana masalah berawal dari siang hari saat kampanye Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

"Itu satu lawan satu mas. Kalah lawan FPI malah mengaku dikeroyok. Justru Widodo provokatornya", ujar Novel. (Vivanews/Liputan6)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.