Para biksu menerobos masuk ke lokasi acara usai memberi tuntutan pembubaran

Ilustrasi massa Buddha garis keras Myanmar dalam demo tolak Rohingya, Juli lalu (AFP)

Sekelompok Buddha nasionalis radikal Myanmar menggagalkan upacara keagamaan warga Muslim di Yangon, Myanmar, hari Minggu (7/1).

Penggagalan ini menguatkan isu sentimen anti Islam di saat masalah kemanusian menerpa etnis minoritas Muslim, khususnya kaum Rohingya, di negara itu.

Puluhan orang yang dipimpin sejumlah biksu berjubah merah (marun) bergerombol mendatangi dan menggagalkan acara Maulid Nabi Muhammad yang berlangsung di pusat Asosiasi Pemuda Kristen (YMCA) Myanmar di kota itu.

Seorang saksi menuturkan, para biksu menerobos masuk ke lokasi acara usai memberi tuntutan pembubaran.

Meski pihak penyelenggara telah menghubungi polisi, namun tidak ada pihak keamanan yang tutun tangan mengambil alih kendali atas kejadian itu.

Suasana di sekitar lokasi

"Para biksu mencoba menghentikan upacara peringatan tanpa mengatakan kesalahan yang kami lakukan. Tidak ada pihak berwenang yang berupaya mencegah insiden ini terjadi", ungkap Sekretaris Organisasi Ulama Islam, Kyaw Nyein kepada AFP, Minggu (8/1).

"Seumur hidup saya, kami selalu merayakan peringatan ini. Serangan ini nampaknya mengancam kebebasan beragama di Myanmar", tutur Nyein menambahkan.

Wakil Presiden komite penyelenggara acara, Tin Maung Win, mengatakan bahwa sejumlah nasionalis Buddha berupaya mengacaukan politik di tangan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi.

Menurutnya, ekstremis Buddha yang turut didukung militer serta Partai Uni Solidaritas dan Pembangunan (USDP) menganggap pemerintahan Suu Kyi terlalu lunak terhadap kaum Muslim di negara itu. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.