Saudi membatalkan bantuan militer pada Februari tahun lalu ketika pemerintah Lebanon tidak ikut mengecam Iran

Presiden Libanon Michel Aoun dan Raja Salman (Arab news)
Presiden Lebanon Michel Aoun telah bertemu dengan Raja Salman di Saudi untuk membahas "kesalahpahaman" dalam hubungan bilateral. Ini adalah perjalanan luar negri pertama bagi Presiden baru Lebanon.

Aoun, yang merupakan sekutu politik kelompok Syi'ah Hezbollah, mengunjungi Arab Saudi yang menganggap militan itu sebagai teroris.

Saudi membatalkan bantuan militer pada Februari tahun lalu ketika pemerintah Lebanon tidak ikut mengecam Iran terkait penyerangan kedutaan Saudi di Iran.

Riyadh juga pernah memberlakukan travel warning bagi wisatawan ke Lebanon. Namun, Aoun mengatakan, perjalanan wisata telah dibuka kembali bagi warga Saudi dan didukung oleh pemerintahan Saudi.

Dalam pertemuan dengan Raja Salman, dibahas hubungan bilateral dan upaya peningkatannya di berbagai bidang, serta mendiskusikan perkembangan Arab dan dunia internasional.

"Sudah jelas bahwa hubungan harus normal, terlepas dari perbedaan yang mungkin timbul, atau yang sudah muncul di masa lalu, dalam kaitannya dengan kasus Suriah", jelas Aoun, mengacu pada perang Suriah.

Aoun mengatakan, bantuan terhadap tentara Lebanon menjadi salah satu masalah yang dibahas.

"Kita perlu kerja sama dengan Arab Saudi dan negara-negara lain dalam memerangi terorisme", katanya, ia menambahkan bahwa keamanan dan stabilitas telah berusaha dipertahankan di Lebanon.

"Isu ini akan dibahas oleh Menteri Pertahanan dari kedua negara", jelasnya. (Reuters/Arabnews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.