Padahal, dahulu Obama berjanji akan menutup fasilitas yang dianggap kontroversial tersebut.

Penjara Guantanamo, Kuba. (Reuters)

AS akan memindahkan 4 tahanan dari penjara militer Guantanamo Bay, Kuba, menuju Arab Saudi.

Presiden Barrack Obama berusaha mengurangi populasi tahanan di penjara tersebut sebelum Donald Trump resmi menjabat.

Pemindahan ini merupakan gelombang pertama dari target 19 tahanan yang akan dipindahkan ke empat negara, diantaranya Arab Saudi, Oman, dan Italia.

Jika berjalan lancar, akan tersisa 40 tahanan saja di Guantanamo.

Padahal, dahulu Obama berjanji akan menutup fasilitas yang dianggap kontroversial tersebut.

Di lain pihak, Trump ingin terus menggunakan penjara Guantanamo untuk menahan "para penjahat".

Pada Selasa (2/1), Trump menyatakan bahwa tahanan Guantanamo sebaiknya tetap berada di penjara.

"Seharusnya tidak ada pembebasan lanjutan dari Gitmo", ujarnya dalam akun Twitter.

"Mereka adalah orang-orang yang sangat berbahaya dan tidak boleh diizinkan untuk kembali ke medan perang", lanjutnya.

Gedung Putih menolak keberatan yang diajukan Trump dan bersikeras melakukan pemindahan.

"Kami berharap lebih banyak pemindahan yang akan dilakukan. Kami tidak akan memberikan komentar mengenai progres pemindahan sampai semuanya selesai dilaksanakan", ujar juru bicara Gedung Putih Emily Horne.

Penjara Guantanamo didirikan oleh mantan presiden George W. Bush untuk menahan terduga teroris terkait serangan 11 September 2001, yang meruntuhkan gedung kembar WTC.

Di bawah kepemimpinan Bush, Guantanamo menjadi simbol praktik penahanan agresif, dan membuat Amerika dituduh melakukan penyiksaan.

Saat Obama menjabat pada 2009, terdapat 242 tahanan di Guantanamo. Hingga saat ini, masih tersisa 59 tahanan sebelum dilakukan gelombang terakhir pemindahan.

10 diantaranya menghadapi tuduhan berat karena diduga berkomplot dengan pelaku penyerangan WTC. Sekitar 20 tahanan belum dikenai tuduhan apapun, namun dianggap berbahaya untuk dilepaskan begitu saja.

Upaya Obama untuk menutup fasilitas banyak ditentang terutama dari partai oposisinya, Republik (partai Trump dan Bush). (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.