Kelompok-kelompok oposisi Suriah memutuskan akan menghadiri pembicaraan damai yang digagas oleh Rusia-Turki di Astana, Kazakhstan

Mohammad Alloush dari kelompok Jaish al Islam (Reuters)
Kelompok-kelompok oposisi Suriah memutuskan akan menghadiri pembicaraan damai yang digagas oleh Rusia-Turki di Astana, Kazakhstan.

Keputusan ini dianggap dapat membuat gencatan senjata terlaksana dengan lebih baik.

Dimana pihak Assad dan sekutunya dilaporkan membuat beberapa pelanggaran sejak gencatan dimulai 30 Desember lalu.

Oposisi mengambil keputusan ketika mengadakan pertemuan di Ankara, Turki. Saat ini mereka sedang menyusun delegasi yang akan diikutsertakan.

Mohammad Alloush, kepala biro politik kelompok Jaisyul Islam dilaporkan ditunjuk sebagai pemimpin delegasi.

Para analis menganggap, oposisi berada dibawah tekanan Turki untuk menghadiri pembicaraan damai.

Sebelumnya, oposisi sempat mengatakan tak datang ke perundingan setelah rezim dan sekutunya telah membuat pelanggaran genjatan senjata.

"Faksi-faksi akan berangkat, dan hal pertama yang akan didiskusikan adalah tentang genjatan senajata dan pelanggaran yang dilakukan oleh rezim serta sekutunya", ujarnya.

Zakaria Malahifji dari kelompok Fastaqim mengatakan, "Sebagian besar kelompok memutuskan menghadiri perundingan. Diskusi akan diadakan seputar gencatan senjata, isu kemanusiaan, pengiriman bantuan, dan pelepasan tahanan".

Kelompok oposisi yang hadir termasuk faksi-faksi FSA. Delegasi akan dibedakan dari perwakilan yang menghadiri pembicaraan damai di Jenewa.

Pertemuan Jenewa diwakilkan oleh High Negotiation Comitte (HNC).

Menurut Malahifji, delegasi baru akan dikoordinasikan dengan HNC, tapi di Kazakhtan berbeda, karena "Rusia ingin lebih fokus pada kelompok militer", bukan pada kelompok politik. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.