Israel kembali membuat pengumuman pembangunan perumahan Yahudi untuk ketiga kalinya dalam 2 minggu

Perumahan "Ramot" milik Israel di wilayahTepi Barat. (Reuters)
Israel memberikan pengumuman lagi pada Selasa (31/1). Dengan rencana pembangunan 3.000 rumah di Tepi Barat. Ini adalah pengumuman ketiga sejak Donald Trump menjabat jadi presiden.

Trump memang mengisyaratkan akan lebih akomodatif terhadap proyek-proyek Israel daripada pendahulunya, Barack Obama.

Pernyataan dari Kementerian Pertahanan Israel menyebut, keputusan dimaksudkan untuk memenuhi permintaan perumahan dan "mengembalikan kehidupan normal".

Pengumuman ini keluar beriringan dengan persiapan penggusuran 330 pemukim di Tepi Barat.

Mahkamah Agung Israel memutuskan blok Amona harus dievakuasi 8 Februari nanti karena dibangun secara ilegal di tanah Palestina.

Minggu lalu, Israel mengumumkan pembangunan 2.500 rumah di Tepi Barat dengan mengabakan teguran dari Palestina dan Uni Eropa.

Beberapa hari sebelumnya juga dikeluarkan persetujuan pembangunan lebih dari 560 rumah baru di Yerusalem Timur.

Sebagian besar negara menganggap pemukiman ini ilegal, serta dapat menghambat perdamaian Israel-Palestina.

Pembangunan pemukiman Yahudi akan mengurangi wilayah yang diinginkan Palestina setelah menjadi negara merdeka.

Israel tidak setuju dan kerap mengemukakan alasan kitab suci, sejarah dan politik ats hak tanah itu.

Sementara Trump dan Netanyahu akan bertemu di Washington 15 Februari mendatang. Keduanya akan membahas pembangunan pemukiman. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.